Analis: PPh impor tidak signifikan pengaruhi prospek ERAA ke depan

Konsumen mengamati smartphone yang dijual di gerai selular, Jakarta, Senin (25/9). Tidak kurang dari 366,2 juta unit smartphone terjual sepanjang kuartal II 2017. Angka itu meningkat 7,6% dari tahun lalu./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/25/09/2017.

 

Jakarta — Analis Bianaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji mengatakan, ketika pemerintah akan membatasi impor lewat kenaikan pajak, harga barang impor otomatis akal mengalami peningkatan.

Namun, untuk kasus barang elektronik, masyarakat akan tetap membeli produk sesuai kebutuhan meskipun akan terjadi kenaikan harga.

“ERAA (PT Erajaya Swasembada Tbk) sendiri menjual ponsel dengan merk beragam, dengan jumlah penduduk kita yang banyak, kebutuhan akan ponsel diperkirakan masih akan terus tumbuh sesuai kebutuhan,” kata Nafan kepada Kontan.co.id, Senin (10/9).

Adanya wacana pemerintah untuk menaikan PPh impor, dinilai Nafan tidak akan berdampak signifikan pada kinerja keuangan. Mengingat, sebelumnya ada kebijakan dari pemerintah terkait TKDN pada barang impor.

Setidaknya, kebijakan TKDN tersebut merupakan bentuk mitigasi risiko dari kebijakan pemerintah dan emiten sudah menjalankan kebijakan tersebut.

“Jadi, otomatis dengan kenaikan PPh impor, emiten enggak akan menghadapi masalah signifikan yang bisa berdampak pada penurunan pendapatan, maupun laba bersih perusahaan secara signifikan,” jelasnya.

Untuk prospek ERAA sendiri, Nafan merekomendasikan untuk investor melakukan aksi cicil beli, dengan target harga support 2.100 yang sudah tembus di awal September lalu. Selanjutnya, indeks diharapkan akan terus bergerak menuju ke level resistance yakni 2.530.

“Dari sisi fundamental, valuasi ERAA masih cukup murah yakni 8,64 kali. Dia juga masih ekspansi bisnis untuk tambah gerai. Saya rasa, dengan manfaatkan sentimen ketidakpastian bisnis, langkah ekspansi perlu mendapat apresiasi,” tuturnya.

Harapannya, lewat ekspansi tersebut penetrasi bisnis ERAA bakal semakin luas. Seharusnya, upaya tersebut mampu meningkatkan kinerja di bidang penjualan, maupun net profit emiten tersebut.

Sedangkan bagi investor yang ingin berinvestasi jangka panjang di ERAA, Binaartha Sekuritas menyarakankan saat ini untuk melakukan wait and see, sembari menunggu sampai pola harga terbentuk.

“Untuk menyikapi kebijakan pemerintah menaikkan PPh impor, saya sarankan ERAA untuk trading, kalau investasi jangka panjang, pola harganya masih belum ketemu,” ungkap Nafan.

 

Sumber:

https://investasi.kontan.co.id/news/analis-pph-impor-tidak-signifikan-pengaruhi-prospek-eraa-ke-depan

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.