Analis: Saham jawara bisa dibeli jangka pendek

Rekor IHSG —– Papan elektronik perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia Jakarta, Kamis (14/12). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Kamis (14/12) kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. IHSG naik 0,98% ke posisi 6.113,65. Bursa saham tetap naik meski kemarin, investor asing melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesae Rp 137,1 miliar. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/14/12/2017

 

JAKARTA — Ada sepuluh saham yang menunjukkan eksistensi posisinya di deretan sepuluh besar transaksi saham se-Indonesia di Bursa Efek Indonesia. 

Data yang dihimpun Kontan.co.id menunjukkan, hingga Senin (24/9) saham-saham ini jarang terdengar bahkan mampu menembus bursa dengan kenaikan transaksi sahamnya. Adapun emiten tersebut adalah TCPI, RISE, ABBA,AKSI, POLL, RIGS, MAIN, MAPA, SONA dan SHID.

Menurut Pendiri LBP Institute Lucky Bayu Purnomo, naiknya saham emiten tersebut disebabkan beberapa hal. Pertama, selama 24 hari sebelumnya, tren indeks menawarkan pola saham-saham yang kapitalisasinya masuk kelas menengah dan kecil seperti sepuluh saham tersebut. 

“Disamping itu, indeks mengalami koreksi dalam 24 hari karena harga dollar yang tak menentu. Ini membuat pasar atau indeks berpikir mana mungkin beli saham kapitalisasi besar. Nah, kebetulan di tengah koreksi indeks saham, dicarilah saham kapitalisasi kecil dengan harga murah dan rendah valuasinya,” ujar Lucky Bayu kepada Kontan.co.id, Senin (24/9).

Kedua, faktor harga minyak, yang selama 24 hari naik dari US$ 67 ke US$ 71 per barel. Sehingga Lucky melihat wajar saja, hal ini dimanfaatkan bursa untuk mengapresiasi saham-saham valuasi murah. 

Ketiga adalah indeks saham gabungan yang posisinya cenderung normal bahkan berulang kali mendekati Rp 6.000. Hanya saja selalu terkoreksi karena kenaikan suku bunga Amerika dan perang dagang Amerika dengan China. Sehingga tantangan ini yang menaikkan porsi saham menjadi jawara di kuartal ketiga.

“Fundamental sepuluh saham netral, dan harga saham pun diapresiasi bursa karena mampu eksis di tengah kondisi global dan harga saham yang terbentur. Peluang pertumbuhan saham paling besar 5% sampai 6% untuk seluruh emiten. Dan tidak berpeluang naik tinggi karena terjepit waktu karena mau tutup tahun, juga jelang tahun politik,” tandasnya.

Lucky menyarankan bisa mumble sahamnya untuk jangka pendek, sekitar untuk tiga bulan praktisnya dua bulan. “Harapan paling besar batas toleransi kerugian 4% ketika investor membeli dengan harga penutupan hari ini,” ujarnya.

Sekedar informasi saja, salah satu saham jawara di posisi teratas pun mampu menorehkan kinerja positif. Untuk diketahui, pendapatan TCPI meningkat 47% year on year menjadi Rp 656,9 pada periode akhir semester I-2018 yang berakhir 31 Juni lalu. Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 28% menjadi Rp 82,4 miliar.

 

Sumber:

https://investasi.kontan.co.id/news/analis-saham-jawara-bisa-dibeli-jangka-pendek

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.