Aneka Tambang (ANTM) mengincar pendapatan Rp 23 triliun hingga akhir 2018

Pekerja mengalirkan cairan feronikel yang sudah lebur di pabrik Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Sultra PT Aneka Tambang (ANTAM) di Pomalaa, Kolaka, Sultra, Selasa (8/5). Dengan posisi keuangan cukup solid sebesar Rp6,07 triliun PT ANTAM terus mengembangkan perluasan proyek strategis sehingga total kapasitas terpasang produksi feronikel ANTAM pada akhir 2018 akan meningkat 50 persen dari 27 ribu menjadi 40,5 ribu ton nikel dalam feronikel (TNi). ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/foc/18.

 

Jakarta — PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan kinerja gemilang di paruh waktu tahun ini. Emiten pelat merah itu optimistis, torehan kinerja tersebut bakal membuat perusahaan mengakhiri tahun ini dengan catatan kinerja yang ciamik.

“Kinerja bisa dua kali lipat hingga akhir tahun,” ujar Arie Prabowo Ariotedjo, Direktur Utama ANTM kepada KONTAN, Jumat (7/9). Proyeksi itu untuk pendapatan dan laba bersih perusahaan.

Catatan saja, semester I tahun ini, pendapatan ANTM lompat 292% menjadi Rp 11,82 triliun dari sebelumnya Rp 3,01 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya. Sedang laba bersihnya tercatat Rp 344,45 miliar. Padahal, ANTM masih merugi Rp 496,12 miliar di paruh waktu tahun lalu.

Dengan asumsi tersebut, ANTM diperkirakan mampu meraup pendapatan Rp 23,64 triliun, naik sekitar 87% dibanding realisasi pendapatan 2017, Rp 12,65 triliun. Sementara, laba bersih ANTM hingga akhir tahun ini diperkirakan Rp 688,9 miliar, melesat hampir 11 kali lipat dibanding laba bersih tahun lalu, Rp 64,81 miliar.

Perkiraan kinerja tersebut masih menggunakan asumsi target produksi yang sudah direncanakan manajemen sejak awal. ANTM menargetkan mampu memproduksi feronikel sebesar 26.000 ton nikel (TNi). Realisasinya saat ini sebesar 12.811 TNi.

Adapun volume penjualan emas ditargetkan sebesar 24.000 kilogram (kg). Semester I tahun ini, ANTM telah merealisasikan penjualan 13.760 kg emas.

Emas boleh jadi logam dengan unsur ikatan atom paling mulia. Tapi, secara bisnis, margin laba logam nikel justru jauh lebih menguntungkan. Hal ini yang bakal menopang kinerja ANTM ke depan.

Arie bilang, margin laba emas hanya sekitar 2%. “Kalau nikel bisa mencapai 30%,” pungkasnya.

 

Sumber:

https://investasi.kontan.co.id/news/aneka-tambang-antm-mengincar-pendapatan-rp-23-triliun-hingga-akhir-2018

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.