Asing mulai beli, investor tetap perlu hati-hati

Suasana di acara Investor Summit di Bursa Efek Indonesia. KONTAN/Muradi/2018/08/27

 

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bursa saham dalam negeri memang diserbu sentimen negatif belakangan ini. Meski begitu, investor asing tidak semuanya benar-benar menjauh. Mereka justru masih melakukan aksi borong saham.

Sepekan terakhir, investor asing tercatat membukukan posisi beli bersih (net buy) Rp 1,01 triliun. Memang, pada perdagangan Rabu (29/8) asing sempat mencatat jual bersih (net sell) Rp 480,67 miliar. Kemarin, asing kembali net sell Rp 434,74 miliar.

 

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menilai, para pelaku pasar melihat fundamental makroekonomi dalam negeri masih cenderung stabil. “Meski memang stabilitas ini berada di tengah-tengah sentimen negatif yang berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi global,” kata Nafan, Jumat (31/8).

Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) menjadi saham favorit para pemodal asing. Selama sepekan terakhir, investor asing membukukan beli bersih sebesar Rp 634 miliar di saham perusahaan halo-halo ini.

Di urutan kedua ada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Saham bank ini mencatatkan net buy asing Rp 469,1 miliar.

Saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) juga masih terus jadi target beli para investor asing. Selama sepekan terakhir, asing membukukan beli bersih sebesar Rp 297,7 miliar.

 

Nafan mengatakan, para pelaku pasar global menilai, dalam jangka panjang kinerja emiten-emiten tersebut memiliki potensi untuk terus bertumbuh. Karena itu, saham-saham tersebut jadi buruan asing.

Harga saham emiten-emiten tersebut juga terdorong naik akibat aksi beli pemodal asing. Saham TLKM misalnya, mencatat kenaikan 6,08% selama sepekan.

Analis Semesta Indovest Aditya Perdana Putra menilai, wajar jika investor asing masih berburu di bursa. Sebab, posisi indeks memang cukup menarik. Akibat koreksi beberapa waktu yang lalu, valuasi saham jadi cukup murah. Investor asing pun kembali melakukan rebalancing portofolio. Apalagi, dana asing sudah keluar cukup banyak selama setahun terakhir.

 

Jangan gegabah

Meski tampak minat investor asing cukup bagus sepekan terakhir, Aditya menilai aksi beli asing hanya bersifat sementara. Investor asing masih terus mencermati sentimen luar negeri. Sentimen pelemahan mata uang sejumlah negara emerging market juga masih berpotensi menekan indeks saham.

Aditya juga menilai kondisi makroekonomi dalam negeri saat ini memang membuat investor asing masuk. Namun investor asing belum berani jor-joran. “Kondisi saat ini belum terlalu bagus sehingga asing masih melakukan aksi tunggu,” jelas dia.

Ia menyarankan agar investor lokal tidak serta merta mengikuti apa yang dilakukan investor asing. Langkah terbaik yang harus diambil oleh investor lokal adalah melakukan riset terhadap saham-saham yang dibeli oleh investor asing.

 

Nafan juga menyarankan investor lokal tidak sembarang mengekor investor asing dan tetap mencermati kinerja fundamental emiten serta prospek masa depan emiten tersebut. Investor sebaiknya memilih saham yang memiliki valuasi murah, serta rajin membagikan dividen.

Beberapa saham menjadi rekomendasi Nafan antara lain BBTN, dengan target harga jangka menengah dan jangka panjang secara bertahap di level Rp 3.350 dan Rp 3.500 per saham. Selain itu, Nafan juga merekomendasikan WSKT, dengan target harga jangka menengah di level Rp 2.350 per saham.

Sementara, Aditya merekomendasikan saham PGAS, LPPF, INKP dan EXCL.

 

Sumber:

https://businessinsight.kontan.co.id/news/asing-mulai-beli-investor-tetap-perlu-hati-hati

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.