BCA Jadi Jawara Market Cap Terbesar, Saat Tren IHSG Turun

 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 5,3% sepanjang tahun hingga Agustus, atau menjadi 6.018 pada akhir Agustus dari 6.355 pada 2017. 

Beberapa sentimen yang memengaruhi koreksi tersebut adalah kenaikan suku bunga Amerika Serikat (AS), perang dagang, krisis Venezuela, krisis lira Turki, dan terakhir krisis peso Argentina pada Agustus. 

Meskipun indeksnya melemah, ternyata kapitalisasi pasar (market capitalization/market cap) IHSG justru naik, menjadi Rp 6.783 triliun dari Rp 6.689 triliun pada periode yang sama. 

Hal itu dibarengi oleh penurunan market cap dari 21 emiten yang ada di bursa, dari total 25 emiten terbesar. Kondisi itu mencerminkan tambahan modal dari 33 korporasi penghuni bursa saham baru yang turut menambah market cap IHSG. 

Kapitalisasi pasar, atau biasa disebut nilai pasar, adalah harga keseluruhan sebuah perusahaan. Angkanya didapat dari harga saham dikalikan dengan jumlah saham perseroan yang beredar. 

Dari total 25 perusahaan terbesar bedasarkan nilai pasarnya, hanya ada empat yang kapitalisasi pasarnya menggembung dan sisanya turun. Keempatnya yaitu bank swasta terbesar milik Grup Djarum PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), emiten unggas afiliasi Thailand PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), produsen biskuit PT Mayora Indah Tbk (MYOR), dan BUMN pipa gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS). 

Naiknya nilai pasar BBCA juga membuat posisi BBCA saat ini menjadi yang terbesar di dalam negeri dan mengungguli 598 saham lain, termasuk perusahaan-perusahaan raksasa yang biasanya saling berebut posisi menjadi yang terbesar di kelasnya. 

Produsen rokok milik Philip Morris yaitu PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk hanya menempati posisi kedua. Posisinya diikuti bank BUMN yang tersebar hingga desa-desa PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, BUMN telekomunikasi Telekomunikasi Indonesia Tbk, dan produsen barang konsumsi cepat laku (FMCG) PT Unilever Indonesia Tbk. Berikut data selengkapnya: 

 

Nilai Kapitalisasi 25 Saham Terbesar
Emiten Kode saham Market cap Sep 2018 Market cap 2017 Selisih
Bank Central Asia Tbk, PT BCAA 605,329 534,545 13.24%
Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk, PT HMSP 435,029 550,184 -20.93%
Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT BBRI 387,096 444,488 -12.91%
Telekomunikasi Indonesia Tbk, PT TLKM 350,789 447,551 -21.62%
Unilever Indonesia Tbk, PT UNVR 333,240 426,517 -21.87%
Bank Mandiri Tbk, PT BMRI 310,694 369,600 -15.94%
Astra International Tbk, PT ASII 287,433 336,013 -14.46%
Bank Negara Indonesia Tbk, PT BBNI 144,466 182,775 -20.96%
Gudang Garam Tbk, PT GGRM 138,149 161,238 -14.32%
United Tractors Tbk, PT UNTR 127,290 132,046 -3.60%
Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, PT ICBP 101,167 103,790 -2.53%
Chandra Asri Petrochemical Tbk, PT TPIA 94,517 107,001 -11.67%
Charoen Pokphand Indonesia Tbk, PT CPIN 82,399 49,194 67.50%
Bank Danamon Indonesia Tbk, PT BDMN 64,998 65,947 -1.44%
Mayora Indah Tbk, PT MYOR 63,498 45,164 40.59%
Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, PT INTP 62,580 80,803 -22.55%
Kalbe Farma Tbk, PT KLBF 61,640 79,218 -22.19%
Sinar Mas Multiartha Tbk, PT SMMA 61,149 61,766 -1.00%
Adaro Energy Tbk, PT ADRO 59,333 59,493 -0.27%
Indofood Sukses Makmur Tbk, PT INDF 55,755 66,950 -16.72%
Semen Indonesia Tbk, PT SMGR 55,014 58,722 -6.31%
Elang Mahkota Teknologi Tbk, PT EMTK 49,914 53,580 -6.84%
Perusahaan Gas Negara Tbk, PT PGAS 49,695 42,422 17.14%
Jasa Marga Tbk, PT JSMR 35,515 46,450 -23.54%
Trikomsel Oke Tbk, PT TRIO 5,826 52,014 -88.80%
Market cap IHSG 6,783 6,689 1.41%
Posisi IHSG 6,018 6,355 -5.30%

(Rp miliar)
TIM RISET CNBC INDONESIA (irv/hps)

 

Sumber:

https://www.cnbcindonesia.com/market/20180903171953-17-31534/bca-jadi-jawara-market-cap-terbesar-saat-tren-ihsg-turun

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.