Hingga Agustus 2018, total wholesales mobil ASII tembus 374.744 unit

Penjualan Otomotif Semester II Tahun Ini Akan Menghadapai Tantangan Berat: Pekerja di sebuah tempat penyimpanan mobil di Kawasan Tangerang Selatan, Selasa (10/07). Penjualan otomotif pada semester II tahun ini akan menghadapai tantangan berat, penyebabnya antara lain nilai tukar rupiah yang terus melemah, harga bbm yang naik dan suku bunga yang terus meningkat. KONTAN/BAihaki/10/7/2018

 

JAKARTA — PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan perolehan total wholesales mobil sampai dengan bulan Agustus 2018 mencapat 374.744 unit. Jika dibandingkan dengan pencapaian sampai dengan bulan Agustus 2017 lalu mengalami sedikit penurunan 6,08% atau sebesar 398.995 unit. Pangsa pasar masih terjaga di level 49%.

Lebih lanjut, berdasarkan data Gaikindo, khusus di bulan Agustus 2018 ini terjadi peningkatan pangsa pasar yang cukup signifikan untuk kendaraan low cost green car (LCGC) ASII dengan market share sebesar 83% naik dari bulan sebelumnya sebesar 70%.

Tira Adianti, Head of Investor Relations Astra International mengatakan peningkatan pangsa pasar tersebut sebenarnya lebih disebabkan dari adanya penurunan wholesale LCGC untuk kendaraan non astra.

“Wholesales LCGC Astra juga turun year to date Agustus 2018 ini secara tahunan turun sekitar 9.5%. Secara bulanan turun sedikit tapi LCGC non astra turun banyak. Jadi itulah sebabnya pangsa pasar menjadi naik 83%. Bukan karena demand LCGC Astra meningkat tajam, tapi karena lLCGC non Astra turun tajam,” ujar Tira kepada Kontan.co.id, (19/9).

Jika melihat data memang penjulan LCGC Astra di bulan Agustus 2018 saja sebanyak 14.459 unit, sedikit turun dari bulan Juli 2018 sebanyak 14,692 unit. Sedangkan total LCGC di industri pada bulan Agusuts 2018 turun cukup dalam menjadi 17.517 unit dari bulan Juli 2018 sebesar 20.941.

Lebih lanjut menurut Tira, penurunan wholesale ini dipengaruhi oleh banyak faktor seperti dengan inventory atau pasokan dari pabrik. “Bisa saja stock lagi kosong padahal demandnya cukup baik, jadi terlihat turun Bisa jadi ada model baru, produksi belum optimal, jadi jualan terlihat rendah, padahal karena produksi model baru, biasanya butuh penyesuaian dulu,” ujar Tira.

Lebih lanjut penurunan wholesales ini menurutnya, ada faktor di semester pertama lalu dan penyesuaian inventory, kemudian masih terbatasnya supply produk baru Toyota Rush dan Terios. Namun, di semester 2 ini pihaknya sudah meningkatkan supply.

“Kapasitas produksi untuk Rush dan Terios sudah 13 ribu, dimana 3 ribunya untuk pasar ekspor. Kalau secara retail sales pangsa pasar Grup Astra masih terjaga di 50% sepanjang 2018 ini. Jualan retail secara tahunansudah mulai bertumbuh sedikit. Masih flat, tapi ada growth sedikit,” ujar Tira.

Wijen Pontus, Analis PT Royal Investium Sekuritas mengatakan, ASII sudah rekomendasi untuk masuk di level Rp 7000 per saham. “Sekarang Rp 7.400 dan saya optimis di akhir tahun tembus Rp 8081. Bisa sarankan untuk buy on weakness di level Rp 7.100 dan Rp 7.200.

Menurutnya, sentimen postif ASII adalah dari sisi ekspor karena nilainya makin membesar dan ditambah dari sentimen rupiah akan menjadikan potensi tersendiri bagi ASII.

 

Sumber:

https://investasi.kontan.co.id/news/hingga-agustus-2018-total-wholesales-mobil-asii-tembus-374744-unit

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.