Mengenal Lebih Dalam Munehisa Homma, Penemu Grafik Candlestick

 

Munehisa Homma

 

Deskripsi: teknik trading dari Munehisa Homma adalah analisis psikologi dan tren pasar sebelum memutuskan buy atau sell.

 

Anda yang sering melakukan trading di pasar valuta asing atau pasar emas dunia pasti tidak asing lagi dengan grafik dalam bentuk candlestick. Grafik ini banyak digunakan untuk melakukan analisa pasar dan mengetahui tren apa yang terjadi. Kalau tren sedang naik atau bullish, trader kerap melakukan sell. Sementara itu kalau trennya turun atau bearish, trader lebih sering melakukan buy.

Grafik candlestick biasanya terdapat pada aplikasi trading seperti MetaTrader yang kerap diandalkan oleh trader. Dengan aplikasi ini pengguna bisa menganalisis grafik candlestick dengan time frame tertentu dan indikator bawaan atau modifikasi.

Candlestick yang banyak digunakan oleh para trader ini diciptakan pada abad ke-18. Ya, Anda tidak salah baca. Teknik analisa ini diciptakan sekitar 300-400 tahun yang lalu oleh seorang pria berkebangsaan Jepang bernama Munehisa Homma.

 

Sekilas tentang Munehisa Homma

Munehisa Homma adalah anak dari saudagar kaya di Jepang pada abad ke-18. Sebagai anak terakhir, dia diberi kewenangan untuk mengelola perusahaan perdagangan beras yang dikelola oleh keluarganya yang sudah mulai ditekan oleh mafia atau kartel beras yang saat itu mulai berkuasa.

Melihat kondisi di sekelilingnya yang nyaris hancur, beliau tidak tinggal diam. Berbekal dari apa yang dia miliki, dia berusaha untuk bisa mengambil pasar kembali dan menguasainya dari para kartel yang sudah menyusahkan banyak orang.

Salah satu tindakan yang dilakukan oleh Munehisa Homma hingga membuatnya menjadi seorang Dewa Perdagangan adalah analisis. Dia tidak berdagang berdasarkan apa yang dilihat saja. Namun, mempertimbangkan apa yang tidak terlihat dengan baik.

 

Alasan Munehisa Homma Berjualan Beras

Salah satu kesuksesan terbesar dari Munehisa Homma adalah memukul mundur para kartel puasa beras. Dia mendapatkan untung banyak dari beras karena mampu melakukan trading dengan cerdik.

Selain melakukan trading baik jual atau beli dengan cerdik, Munehisa Homma memilih berjualan beras karena beberapa alasan, berikut alasan selengkapnya.

  • Beras adalah kebutuhan pokok masyarakat di Jepang kala itu termasuk di kawasan sebagian Asia. Dengan komoditas utama ini dia akan mudah sekali mendapatkan keuntungan kalau tahu cara berjualan dengan baik.
  • Masyarakat menggunakan beras untuk berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan tradisi. Beras bisa digunakan untuk membuat sake yang merupakan minuman tradisional asli Jepang. Selain itu beras juga bisa diolah menjadi aneka tepung untuk memuat berbagai makanan. Singkatnya masyarakat Jepang tidak bisa lepas dari komoditas ini.
  • Selain beras yang merupakan komoditas utama, batang padi yang kering juga dibutuhkan oleh masyarakat. Di masa lalu batang padi banyak digunakan untuk sandal, alas atau tikar, keperluan rumah tangga, dan untuk pembuatan kertas atau perkamen.

Dari tiga alasan inilah beliau melakukan berbagai cara untuk mendapatkan keuntungan secara cerdas.

 

Teknik Analisa

Pada zamannya apa yang dilakukan oleh Munehisa Homma terbilang unik dan tidak sama dengan para penjual beras lainnya. Pria yang suka sekali membaca ini lebih suka berkutat dengan catatan penjualan hari sebelumnya hingga beberapa tahun sebelumnya.

Beliau mencatat apa saja yang dia temui mulai dari harga pembukaan, harga penutupan, harga terendah, dan harga tertinggi. Dari harga itu dia membuat simbol-simbol khusus yang kadang diberi warna. Simbol ini juga dilengkapi dengan angka untuk memudahkannya membaca harga.

Cara yang dilakukan oleh Munehisa Homma inilah yang sering kita sebut dengan candlestick. Di dalam simbol khusus ini dia memberikan beberapa aturan seperti adanya upper shadow, candle body, lower shadow. Selanjutnya beberapa bagian juga dibagi lagi menjadi bagian low, open, close, dan high.

Dari melakukan analisa pasar berdasarkan catatan selama beberapa tahun silam, dia bisa melakukan teknik perdagangan atau trading yang unik. Dalam waktu singkat dia menguasai pasar tanpa perlu berhadapan dengan banyak orang.

 

Pencapaian Terbesar Munehisa Homma

Salah satu pencapaian terbesar dari Munehisa Homma adalah menguasai pasar beras dalam waktu 4 hari saja. Dia membeli banyak sekali beras pada saat panen besar. Pembelian ini tentu dianggap sebagai kebodohan karena harga beras akan turun dan penjualan kembali pasti akan rendah.

Ternyata yang dilihat oleh beliau bukan harga, tapi tren yang akan terjadi. Dia tahu musim apa yang akan terjadi dan kapan saja harga akan naik dengan signifikan. Dia membeli semua beras dengan harga rendah saat tren turun (bearish) dan menjualnya saat harga memiliki tren tinggi (bullish).

Salah satu teknik jual beli yang diterapkan oleh beliau adalah memperhatikan kondisi psikologi dari pasar. Psikologi ini akan memengaruhi tren yang terjadi apakah naik atau turun. Tren ini biasanya dipengaruhi oleh banyaknya permintaan dan juga kondisi cuaca. Karena komoditasnya beras, cuaca buruk bisa menghancurkan semuanya.

Teknik analisis yang dilakukan oleh Munehisa Homma tentu membuat saingannya jadi kalang kabut. Mereka tidak sadar kalau apa yang dilakukan oleh pedagang pemula ini sungguh besar dan tidak diprediksi sebelumnya.

Kesuksesan dari Munehisa Homma tidak hanya berjalan selama beberapa hari saja, bahkan bertahun-tahun. Dia memiliki banyak pegawai di sekitar Sakata yang memberikan info harga barang hingga Osaka dan Tokyo. Harga ini digunakannya untuk melakukan analisis dengan cermat.

Kehebatan dari Munehisa Homma ini sampai membuat penguasa atau Shogun yang berkuasa di zamannya menjadikan dirinya penasihat keuangan. Selain itu, Munehisa Homma juga menulis buku yang berisi teknik perdagangannya. Di dalam buku berjudul “The Fountain of Gold” kita akhirnya mengenal Sakata Rules.

Demikianlah ulasan singkat tentang biografi Munehisa Homma. Semoga teknik trading beliau bisa kita manfaatkan dengan baik.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.