Incar kenaikan laba 188%, ini strategi Dyandra Media (DYAN)

Pengunjung mengunjungi stan pameran pada hari terakhir pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 di JIExpo Kemayoran Jakarta Jakarta, Minggu (29/4). IIMS 2018 Dyandra Promosindo sebagai penyelenggara mencatat total transaksi sebesar Rp2,5 triliun dari data rekapitulasi hingga Jumat (27/4), sehingga nilai transaksi hingga akhir pameran pada Minggu (29/4) dapat mencapai Rp3,3 triliun. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww/18.

 

JAKARTA — PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) masih optimistis kinerjanya akan tumbuh pesat. Hingga akhir tahun ini, perusahaan menargetkan penjualan bisa naik 6,7% ketimbang tahun lalu.

Sementara itu, laba kotor diharapkan bisa naik 23,61%. Sedangkan dari laba usaha diharapkan dapat meningkat sebesar 1.050%, dengan kenaikan laba bersih 188% menjadi Rp 26 miliar. 

Seperti diketahui, sepanjang semester I 2018, perusahaan mencetak kenaikan pendapatan 14,66%, dengan pertumbuhan laba kotor 19,47% dari tahun sebelumnya. Sementara itu, laba usaha tumbuh 250% year on year (yoy)

“Laba bersih juga meningkat 200% dari periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar Adrian Herlambang, Direktur Dyandra Media, dalam keterangan resmi, Kamis (13/9). 

Dengan begitu, EBITDA Dyandra di semester I 2018 ini naik 161,5% menjadi Rp 68 miliar. Pendapatan perusahaan disumbang dari beberapa lini bisnis, yakni, bisnis event and exhibition organizer yang berkontribusi 67%, supporting event business 13%, venue owner and hall management business 12%, dan hotel atau property owned business yang berkontribusi sebesar 8%.

Untuk mencapai target kinerja, Dyandra menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya adalah mengembangkan pameran yang sudah dipegang setiap tahunnya dan menggelar pameran baru. 

Selain itu, perusahaan juga mengembangkan bisnis entertainment, serta terus berinovasi dengan mencari klien-klien baru ataupun event di industri yang berbeda. “Strategi lainnya, efisiensi dan pengendalian biaya yang berkelanjutan di berbagai aspek di seluruh unit bisnis perusahaan dan pengembangan bisnis baru, yaitu Digital Agency,” ucap Adrian.

Bisnis di bidang digital agency pun sekarang tengah diupayakan pemberdayaannya dengan membentuk perusahaan baru bernama Underlined. Perusahaan baru ini diharapkan akan menjadi one-stop solution untuk kebutuhan digital dari para klien, baik perorangan maupun perseroan, dari segi strategi maupun pengelolaannya dalam menghadapi era digital ini.

Di segmen penyelenggaraan acara dan pameran, Dyandra Promosindo telah menyelenggarakan berbagai pameran bertaraf internasional, antara lain Indonesia International Furniture Expo (IFEX) pada 9-12 April 2018 di JIExpo Kemayoran dengan total transaksi mencapai US$ 1 miliar.

Selain itu, Dyandra juga sukses menghelat Indonesia International Motor Show 2018 (IIMS) dengan total transaksi mencapai Rp 4,4 triliun. 

 

Sumber:

https://investasi.kontan.co.id/news/incar-kenaikan-laba-188-ini-strategi-dyandra-media-dyan

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.