Ini rencana Trimitra Land menggunakan dana IPO Rp 301 miliar

Diretktur Utama PT Trimitra Propertindo Tbk Suryadi (tengah) saat pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia Jakarta, Kamis (23/8). PT Trimitra Propertindo Tbk. resmi melantai di Bursa Efek Indonesia sebagai emiten ke-33 di 2018 atau emiten ke-597 di pasar modal dengan menawarkan sebanyak 773,3 juta saham./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/23/08/2018.

 

Jakarta — PT Trimitra Propertindo Tbk (LAND) telah resmi melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) Agustus lalu. Dari hajatan ini, Trimitra Land meraup Rp 301,58 miliar.

Berdasarkan propesktus LAND yang diterima Kontan, Rabu (12/9), dana hasil IPO ini akan digunakan untuk tiga tujuan. Sebanyak 66% untuk pembangunan proyek tower II, sekitar 18% untuk modal kerja, dan 16% lainnya untuk pembayaran sebagian utang bank.

Lebih lanjut, hingga kuartal I 2018, LAND telah memperoleh laba bersih sebesar Rp 10,96 miliar atau tumbuh 415,96% yoy dari tahun sebelumnya sebesar Rp 2,12 miliar. Kenaikan ini ditunjang dari pertumbuhan pendapatan sebesar 22,66% menjadi Rp 17,95 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp 14,63 miliar.

Dari sisi liabilitas LAND mengalami penurunan menjadi Rp 185,55 miliar dari Desember 2017 sebesar Rp 188,34 miliar. Di sisi lain, Ekuitas LAND meningkat dari Rp 218,19 miliar per Desember 2017 menjadi Rp 229,16 miliar.

Adapun, kegiatan usaha utama LAND adalah menjalankan usaha-usaha dibidang pembangunan, bertindak sebagai pengembang, pemborongan pada umumnya (general contractor), pembangunan konstruksi gedung, jembatan, jalan, pemasangan instalasi, pemasangan jaringan pipa, pengembangan wilayah pemukiman, pembangunan sarana prasarana perumahan, apartemen, dan perhotelan, jasa perdagangan properti dan agen properti.

Strategi yang diterapkan LAND antara lain menciptakan nilai melalui diversifikasi portfolio properti, meningkatkan cadangan lahan di lokasi strategis, menggunakan standar kualitas internasional dan melaksanakan praktik terbaik dalam pengembangan prasarana.

Kemudian, risiko utama LAND adalah risiko pasokan bahan bangunan dimana dalam periode kurangnya bahan bangunan, khususnya semen dan baja, terbuka kemungkinan bahwa kontraktor tidak dapat menyelesaikan properti sesuai dengan jadwal konstruksi, sesuai dengan biaya pembangunan properti yang telah diperkirakan, sehingga dapat berdampak negatif terhadap hasil usaha dan kondisi keuangan.

Sekadar informasi, saat ini harga saham LAND telah menyentuh level Rp 1.210 per saham. Harga saham Trimitra Land sudah melejit 210% dari IPO yang sebesar Rp 390 per saham.  

 

Sumber:

https://investasi.kontan.co.id/news/ini-rencana-trimitra-land-menggunakan-dana-ipo-rp-301-miliar

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.