Trader Legendaris Jesse Livermore

 

Jesse Livermore

Deskripsi: kunci kesuksesan dari Jesse Livermore adalah membaca tren dengan baik dan berani ambil risiko.

 

Dalam dunia trading ada satu nama terkenal yang kerap dianggap sebagai legenda. Berkat kemampuannya yang hebat dalam melakukan jual dan beli saham, pria bernama Jesse Livermore ini mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat sebanyak $100 juta. Hebatnya lagi, keuntungan ini didapatkan pada tahun 1929 saat pasar saham Wall Street hancur akibat depresi parah.

Kepiawaian Jesse Livermore dalam menganalisis pasar membuatnya kerap mengalami untung. Bahkan sejak muda sekali pun dia sudah mulai piawai sebagai pialang yang mampu mengendus sinyal keuntungan meski pada beberapa bagian hidupnya kebangkrutan kerap terjadi.

Untuk mengenal lebih jauh tentang trader legendaris sepanjang sejarah pasar saham dunia, simak biografi Jesse Livermore di bawah ini.

 

Kehidupan Awal Jesse Livermore

Bakat mengagumkan dari Jesse Livermore sudah terlihat saat dia lahir pada tahun 1877. Meski berada di tengah-tengah keluarga peternak yang terbilang tidak kaya, minat belajarnya cukup tinggi. Bahkan saat usianya baru menginjak 3,5 tahun Jesse Livermore sudah mulai belajar membaca dan menulis dengan sendirinya.

Setelah belajar selama 1,5 tahun dan menginjak usia 5, Jesse Livermore mulai memperlihatkan ketertarikan pada pasar saham. Meski usianya baru 5 tahun, setiap hari dia membaca koran pada halaman bisnis. Dari sana dia belajar banyak hal meski dengan pemahaman anak-anak.

Begitu menginjak usia sekolah, Jesse Livermore dikenal sebagai anak yang cerdas. Dia selalu melakukan semua tugas dengan baik khususnya yang berkaitan dengan angka. Sayangnya pada usia 14 tahun, dia dipaksa untuk putus sekolah dan membantu pekerjaan di peternakan.

Setelah tidak tahan dengan apa yang dilakukan oleh ayahnya, Jesse Livermore dilarikan oleh ibunya. Dia pergi dari rumah pada usia muda untuk mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik.

 

Belajar Melakukan Trading Secara Otodidak

Sebetulnya ibu dari Jesse Livermore memintanya untuk ikut ke rumah saudara. Namun, di tengah perjalanan, dia malah minta berhenti. Alih-alih mengikuti apa yang dikatakan ibunya, dia malah bekerja di Painer Webber yang merupakan perusahaan bank dengan gaji $5 per minggu.

Pekerjaan sebagai board boy atau orang yang menuliskan harga saham pada papan secara manual membuat Jesse Livermore. Angka yang terlihat di papan bukanlah angka sembarangan. Angka itu memiliki pola tertentu yang membuatnya bisa naik dan juga turun sesuai dengan tren.

Belajar dari apa yang dia lihat setiap hari, akhirnya Jesse Livermore pandai sekali membaca tren pada pasar. Dia tahu kapan saja pasar akan cenderung naik (bullish) dan turun (bearish). Dari sini dia belajar melakukan pembelian saham pertama dengan harga $5 dan langsung untuk $3.12.

 

Selalu Menang di Pasar Saham

Berbekal kemampuannya dalam menganalisis tren saat menjadi board boy, Jesse Livermore akhirnya memutuskan untuk menjadi seorang pialang. Dia akhirnya pergi ke bucket shop (semacam bursa saham yang kala itu masih dikategorikan ilegal karena tidak aman secara sistem dan perlindungan) di Boston.

Dengan uang yang dimiliki dia akhirnya mencoba peruntungan kembali untuk membeli saham-saham yang diperkirakan memiliki tren yang baik. Dari pengamatannya yang baik dia mendapatkan untung yang cukup besar dan berturut-turut. Dengan bermodal beberapa dolar saja dia bisa mengantongi $10.000.

Kepiawaiannya dalam membaca pasar ini ternyata tidak disukai oleh pemilik bucket shop. Dia akhirnya tidak diperkenankan untuk melakukan trading dan mendapatkan predikat blacklist.

 

Jatuh Bangun Kehidupan dalam Trading

Setelah mendapatkan blacklist dari berbagai bucket shop, Jesse Livermore tentu tidak bisa apa-apa. Akhirnya dia memutuskan untuk ke New York dan mencoba peruntungan baru. Di kota ini dia menikahi seorang gadis yang dikenalnya baru seminggu bernama Nettie Jordan.

Saat melakukan trading dia menyuruh orang lain untuk melakukannya dan mendapatkan keuntungan. Dari sini dia mulai memiliki rasa percaya diri yang tinggi untuk melakukan trading di pasar saham Wall Street dengan jatuh dan bangun beberapa kali.

Jesse Livermore pernah mendapatkan untung instan sebesar $100 ribu lalu habis karena rugi pada pasar kapas. Apa yang terjadi pada dirinya ini tidak membuat Jesse Livermore menyerah hingga akhirnya mendapatkan untuk sebanyak $1 juta.

 

Untung Besar Saat 1929 dan Akhir Kehidupan

Capaian yang diraih oleh Jesse Livermore ternyata tidak membuat semua orang senang. Dia pernah ditipu oleh temannya bernama Teddy Prince yang membuat uangnya habis, ditinggal istri, dan tidak memiliki apa-apa lagi.

Setelah mengalami perjalanan panjang, Jesse Livermore kembali lagi saat usia 40 tahun dan menembus keuntungan sebesar $5 juta. Dia juga menikah dengan Doroty dan mendapatkan dua orang anak laki-laki.

Kehebatan dari Jesse Livermore akhirnya membuat dia jadi legenda. Apa saja yang dia katakan menjadi pertimbangan para pialang sebelum memutuskan untuk menjual atau membeli saham.

Pada tahun 1929 Amerika mengalami stock market crash terburuk sebanyak sejarah. Indeks Dow Jones turun bebas dan membuat banyak pialang mengalami rugi. Saat semua orang mendekati bangkrut, Jesse Livermore justru mendulang untung hingga $100 juta.

Uang yang dimiliki oleh Jesse Livermore ternyata membuatnya jadi banyak bermain dengan wanita dan memiliki gaya hidup kelas atas. Kondisi ini membuat rumah tangganya hancur dan tragedi rumah tangga mulai bermunculan.

Mantan istrinya Dorothy membunuh anaknya yang sedang mabuk meski selamat. Jesse Livermore juga mengalami bangkrut 5 tahun pasca mendapatkan untung besar. Dari tekanan yang cukup besar Jesse Livermore mengakhir hidupnya dengan senapan diikuti oleh anaknya setahun kemudian.

Terlepas dari akhir kehidupan Jesse Livermore, dia tetaplah legenda dalam dunia trading. Dia mampu membaca tren dengan baik dan memanfaatkan keuntungan sebanyak-banyaknya. Semoga biografi Jesse Livermore di atas bisa memberikan kita banyak pelajaran berharga.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.