Cut Loss

*Versi Singkat

Cut Loss adalah aksi menjual saham dalam kondisi rugi untuk menghindari kerugian yang lebih dalam. Cut loss termasuk dalam salah satu sarana manajemen risiko untuk mencegah kehilangan modal yang berlebihan.

 

*Versi Lengkap

cut loss adalah, cut loss, cut, loss

Tentunya tidak ada trader atau investor saham yang senang dengan kerugian. Cut loss adalah suatu aksi yang merealisasikan kerugian demi menghindari kerugian yang lebih dalam lagi. Jadi, cut loss ini bukanlah suatu hal yang buruk untuk dilakukan. Memang tidak menyenangkan, tetapi tidak buruk.

Di setiap transaksi saham yang benar, ada rencana matang dibaliknya yang siap untuk di eksekusi. Rencana ini mencakup alasan dan kapan membeli saham, money management, hingga kapan harus menjual atau melakukan cut loss bila skenario buruk terjadi.

Rencana yang dibuat bisa dilandasi oleh analisa teknikal ataupun analisa fundamental. Misalnya, rencana berdasarkan analisa teknikal memiliki titik masuk, target kenaikan saham, dan titik cut loss 3-5% dari harga modal, atau 3-5% dibawah titik support. Penentuan titik-titik yang dilandasi analisa teknikal dilihat dari grafik yang akan anda analisa terlebih dahulu. Analisa teknikal biasa digunakan untuk transaksi saham dengan orientasi jangka waktu yang lebih pendek dari analisa fundamental.

Sedangkan rencana yang dilandasi oleh analisa fundamental biasanya digunakan untuk transaksi saham dengan jangka waktu yang lebih panjang. Analisa fundamental melihat kondisi perusahaan untuk menentukan keputusan investasi yang akan diambil. Bila kondisi keuangan dan bisnis perusahaan bagus, investor akan membeli atau menahan saham perusahaan tersebut. Apabila kondisi saham tidak sesuai dengan ekspektasi, atau bahkan memburuk, investor bisa mempertimbangkan untuk merealisasikan keuntungan, atau melakukan cut loss.

 

Contoh Pembuatan Rencana Trading dan Titik Cut Loss

Budi melihat harga saham ABCD sedang berada di harga 100 rupiah. Setelah dianalisa, Budi menemukan bahwa support terdekat saham ABCD ada di harga 97 rupiah, dan titik resistance di 110 rupiah.

Dari informasi tersebut, Budi membuat rencana untuk membeli saham ABCD di harga 98 rupiah, target jual di 108 rupiah, dan titik cut loss di 94 rupiah (4% dari harga beli saham).

 

**Toleransi titik cut loss bisa diatur sesuai dengan tingkat ketahanan risiko anda, kebanyakan trader saham menentukan titik cut loss 3-10% dari harga modal beli saham.**