Growth Investing

*versi singkat

Growth investing adalah teknik investasi dengan cara membeli saham perusahaan yang sedang berkembang dengan cepat.

Pada saat menggunakan teknik growth investing, para investor seringkali tidak keberatan membeli saham dengan posisi harga yang cukup ‘mahal’, selama proyeksi ke depan perusahaan tersebut memang sangat bagus. ‘Mahal’ disini bisa dilihat dari nilai fundamental perusahaan seperti Book Value (BV), atau Price to Earning Ratio (PER).

Saham yang sedang berkembang sering disebut dengan growth stock, sedangkan orang yang melakukan teknik growth investing disebut dengan growth investor.

 

*Versi lengkap
pengertian growth investing

 

growth investing adalah, growth investing, growth, investing, investing adalah, adalah

Tidak semua investor menyukai teknik value investing yang memang efektif, namun pergerakannya terkesan lambat.

Growth investing adalah teknik investasi dengan cara membeli saham perusahaan yang berkembang dengan pesat (growth stock) dalam beberapa tahun terakhir, dan berharap akan terus berkembang dengan cukup pesat selama beberapa tahun saat ke depan.

Growth stock biasanya dapat bergerak lebih cepat dibanding value stock karena perkembangan perusahaan yang memang terbukti sangat baik dalam beberapa tahun terakhir. Hanya saja, growth stock biasanya juga memiliki pergerakan yang lebih volatil dibandingkan dengan value stock.

Growth investor membeli growth stock dengan harapan dan proyeksi ke depan agar perusahaan dapat terus berkembang pesat seperti tahun – tahun yang telah dilewati. Apabila ada berita buruk yang keluar, maka growth stock bisa menjadi sangat volatil karena pergerakan trader yang ketakutan, apalagi growth investor memang berani membeli saham yang cukup ‘mahal’ dan berharap pertumbuhan perusahaan bisa membayar harga ‘mahal’ yang telah mereka beli.

 

**Value investing lebih fokus mengincar saham yang ‘murah’ secara fundamental, sedangkan yang dicari pada growth investing adalah pertumbuhan perusahaan yang pesat**

**Harga saham ‘mahal’ pada growth investing tentunya juga harus cukup masuk akal, bila harga saham telah meroket dengan cepat selama beberapa hari, ada baiknya menunggu koreksi terlebih dahulu sebelum mengambil posisi pada saham tersebut**

 

price earning to growth

Jika pada value investing kita menggunakan PER dan EPS untuk membuat perhitungan dan menentukan murah atau mahalnya sebuah saham perusahaan, maka kita akan menggunakan price earning to growth pada growth investing.

Price Earning to Growth (PEG) adalah hasil dari pembagian nilai PER dengan pertumbuhan EPS. Semakin lama dan semakin konsisten pertumbuhan EPSnya, maka hasilnya akan lebih baik. Semakin kecil PEG berarti saham tersebut dianggap semakin murah.
Contoh:

Pertumbuhan laba dari Waskita Karya dalam tiga tahun terakhir adalah sebagai berikut:

  • 2014 – 2015 pertumbuhan laba = 104%
  • 2015 – 2016 pertumbuhan laba = 63%
  • 2016 – 2017 pertumbuhan laba = 126%

Rata– rata pertumbuhan Waskita Karya dalam 3 tahun terakhir adalah 97,6%, PER Waskita Karya adalah 8,43
PEG = 8,43 / 97.6 = 0,08

Pertumbuhan laba dari Wijaya Karya dalam tiga tahun terakhir adalah sebagai berikut:

  • 2014 – 2015 pertumbuhan laba = 1,6%
  • 2015 – 2016 pertumbuhan laba = 62%
  • 2016 – 2017 pertumbuhan laba = 18,8%

Rata – rata pertumbuhan dari Wijaya Karya dalam tiga tahun terakhir adalah 27,4%, PER Wijaya Karya adalah 12.65
PEG = 0,46

Dari perhitungan PEG diatas, kita bisa menyimpulkan bahwa Waskita Karya adalah saham yang lebih layak dibeli daripada Wijaya Karya dari sudut pandang growth investing.

 

**Nilai fundamental perusahaan yang dipakai adalah nilai fundamental dari laporan keuangan tahunan**

**Anda bisa menggunakan pertumbuhan laba 1 tahun terakhir untuk menghitung nilai dari PEG apabila anda tidak memiliki catatan laba perusahaan beberapa tahun ke belakang, hanya saja semakin banyak data akan membuat perhitungan lebih akurat**

**Growth investing memproyeksikan pertumbuhan laba sesuai dengan tahun – tahun yang telah dilewati, apabila pertumbuhan laba di tahun mendatang turun drastis atau tidak sesuai dengan harapan, anda bisa mempertimbangkan untuk menjual saham perusahaan tersebut**

**Tidak ada ajakan membeli saham dari tulisan contoh diatas**