money management

*versi singkat

Money management dalam trading saham adalah kemampuan untuk mengatur modal pada saat melakukan pembelian pada suatu saham. Money management adalah salah satu bagian dari manajemen resiko dalam trading saham.

 

*versi lengkap
Definisi Money Management

Pengaturan manajemen resiko dalam trading saham adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan. Salah satu contoh manajemen resiko yang baik dan pernah dikatakan oleh Warren Buffett adalah jangan pernah menaruh semua telur anda dalam satu keranjang.

Maksud dari istilah ini adalah jangan menaruh seluruh uang anda dalam satu instrumen investasi. Jika istilah ini dipersempit lagi ke dunia saham, maka akan menjadi “jangan menaruh seluruh uang anda dalam satu saham saja”.

Manajemen resiko lainnya yang tidak kalah penting adalah pengaturan money management. Tujuan utama dari money management dalam trading saham adalah membatasi kerugian anda dengan tepat, sehingga tidak akan menggerus modal anda, atau menghabiskan keuntungan yang telah anda dapatkan.

 

**Money management adalah satu dari banyak hal yang membedakan trader berpengalaman dan trader pemula**

 

Kenapa Money Management ?

money management dalam trading saham, money management trading saham, money management dalam saham, money management, trading saham

Jika anda adalah seorang trader, maka anda tahu bahwa tidak mungkin seluruh posisi trading yang anda buka akan berakhir dengan “untung”.

Sehebat apapun, seorang trader tidak akan bisa mendapatkan 100% kemenangan dari semua saham yang ia beli.

Bahkan tidak sedikit trader yang hanya benar 4 kali dari 10 kali dari trading yang ia lakukan, tetapi hasilnya untung.

Jika anda mendapat untung 10% dari 4 kali transaksi, dan rugi 3% dari 6 kali transaksi, anda akan menutup posisi trading dengan keuntungan 22% (belum termasuk fee dan pajak).

 

**Perbandingan risk:reward juga bisa anda perhatikan untuk memaksimalkan manajemen resiko dalam trading saham**

 

Ilustrasi dan Mekanisme

Cara pengaturan money management bisa berbeda – beda pada setiap orang. Perhitungan money management yang cocok akan ditentukan dari karakteristik trader atau investor. Money management dalam trading saham yang paling sederhana dan dipakai oleh banyak trader adalah hukum 2% dan 6%. Ini berarti anda akan membatasi kerugian anda di satu saham maksimal 2% dari total modal, dan kerugian total di satu bulan berjalan maksimal 6%.

Contoh:

  • Budi memiliki modal awal 100 juta rupiah.
  • Budi ingin membeli saham TLKM di harga 1000 dan titik cut loss di 900.
  • Jarak harga ke titik cut loss = 10%.
  1. Rugi total 1 saham yang bisa ditanggung Budi adalah 2% dari 100 jt = 2 juta rupiah.
  2. Jumlah uang untuk saham TLKM maksimal yang bisa dibeli Budi adalah 2 juta rupiah / 10% = 20 juta rupiah.
  3. Dengan perhitungan ini, Budi boleh membeli saham TLKM di harga 1000 rupiah sebanyak 20 juta rupiah, dan jika harga TLKM turun ke 900 maka Budi harus segera melakukan cut loss.
  4. Budi boleh membeli 3 jenis saham dengan perhitungan seperti ini.
  5. Jika Budi mengalami kerugian hingga 6 juta rupiah (6% dari 100 juta) maka Budi harus berhenti trading hingga bulan selanjutnya.

Perhitungan di atas hanyalah contoh semata, kebanyakan trader konservatif menetapkan batas cutloss 3-5% saja, tidak sampai 10%.

Anda tidak harus menggunakan 2% dan 6% untuk patokan money management dalam trading saham anda.

Jika anda ingin menggunakan 1% dan 6%, maka anda tinggal mengubah angka 2% pada contoh perhitungan diatas menjadi 1%.

Investor yang bertujuan untuk investasi jangka panjang, dan bukan trading jangka pendek atau menengah juga bisa menggunakan teknik money management yang lain. Misalnya anda bisa melakukan pembelian bertahap (sistem cicil) pada saham yang sedang bergerak turun.

 

**Jika anda ingin menabung atau membeli saham yang sedang turun untuk investasi jangka panjang, pastikan saham yang anda beli adalah saham berprospek atau memang valuasinya murah, baca: value investing**