Pengertian Average Up

Pengertian average up, average up adalah, averaging up, average, up, pengertian averaging up

*Versi Singkat

Pengertian average up (AU) dalam dunia saham adalah pembelian saham yang sudah kita miliki, di harga lebih tinggi untuk memaksimalkan potensi keuntungan.

Contoh: Anda membeli saham TLKM di harga 4000 rupiah sebanyak 100 lot. 2 minggu kemudian harga saham TLKM naik menjadi 4200 rupiah, dan anda memutuskan untuk menambah kepemilikan anda sebanyak 50 lot. Selang 1 bulan kemudian saham TLKM melejit ke angka 5000 rupiah dan anda menjual seluruh saham TLKM yang anda miliki.

Pembelian saham TLKM kedua anda sebanyak 50 lot dengan harga 4200 rupiah (contoh di atas) disebut dengan averaging up (average up).

 

*Versi Lengkap

Teknik average up (AU) bisa dipakai investor jangka panjang maupun trader jangka pendek dan menengah. Beberapa analis yang lebiih menyukai investasi jangka panjang tidak suka dengan average up, karena harga modal dari saham mereka menjadi naik.

Sama seperti average down, teknik average up juga memiliki sifat pedang bermata dua. Jika anda menggunakannya dengan tepat, keuntungan yang bisa anda raih akan meningkat. Tetapi bila anda salah dalam penerapannya, potensi keuntungan yang bisa anda dapatkan bisa tergerus, bahkan menjadi rugi.

Average up sebaiknya dipakai pada saham yang sedang bullish. Di saat saham sedang bullish, harga saham tersebut akan naik. Pada masa kenaikan tersebut, kita tunggu hingga ada koreksi. Disaat koreksi tersebut itulah baru kita lakukan average up (tentunya dengan porsi yang masuk akal dan money management yang tepat).

 

Contoh dari aplikasi average up

Contoh average up ini hanya sebuah karangan yang dibuat untuk mempermudah pembelajaran:

1. Anda membeli saham CTRA di harga 1000 rupiah sebanyak 200 lot

2. Selang 1 bulan kemudian saham CTRA naik menjadi 1500 rupiah, anda tidak melakukan apa-apa di saat ini (Jika anda mau langsung menambah porsi saham terserag anda, keputusan ada ditangan masing-masing)

3. Berlalu 1 minggu saham CTRA mengalami koreksi ke harga 1300 rupiah, anda memutuskan untuk melakukan averaging up sebanyak 100 lot.

4. Anda menunggu 2 bulan dan saham CTRA kembali naik ke harga 2000 rupiah, lalu anda menjual seluruh saham CTRA yang anda miliki.

Keuntungan yang anda dapatkan meningkat karena average up 100 lot pada harga 1300 rupiah.

 

Baca: