Profit taking

*Versi Singkat

Profit Taking adalah aksi mengambil untung dengan cara menjual saham (atau aset lainnya) di harga yang lebih tinggi daripada harga belinya. Aksi profit taking dilakukan untuk merealisasikan keuntungan yang ada pada floating profit (keuntungan yang belum direalisasi, masih bisa naik turun) dan mengubahnya menjadi capital gain yang nyata (cash).

 

*Versi Lengkap

profit taking

Pada saat anda membeli sebuah saham, lalu harga saham tersebut mengalami kenaikan, maka anda bisa melakukan aksi profit taking untuk merealisasikan keuntungan anda.

Anda tidak harus langsung melakukan profit taking pada saat saham anda naik harga, dan bisa terlebih dahulu “mengkawal” saham tersebut dengan menggunakan support dari indikator favorit anda (Moving Average misalnya).

Tentunya harga saham akan terus berfluktuasi sehingga floating profit yang anda lihat pada portofolio aplikasi trading online anda akan berfluktuasi juga. Hal penting yang harus anda perhatikan adalah anda harus selalu menyiapkan titik trailing stop pada saham yang sedang mengalami naik harga.

Jangan sampai keuntungan yang anda dapatkan hilang begitu saja karena anda tidak melakukan profit taking dan harga saham kembali turun ke bawah harga modal (Akhirnya malah anda jadi cut loss).

 

cara “mengkawal” harga saham untuk trailing stop

Anda bisa menggunakan berbagai macam cara untuk menentukan titik trailing stop untuk mengkawal saham. Penarikan garis manual, fibonacci, harga turun 5% dari highest price, dan masih banyak cara lain lagi.

Salah satu cara sederhana untuk mengkawal adalah ,menggunakan indikator Moving Average (MA). Moving average adalah indikator yang menggambarkan pergerakan harga rata-rata beberapa waktu kebelakang. Misalnya MA (5) menggambarkan harga rata-rata 5 hari kebelakang, MA (20) menggambarkan harga 20 hari kebelakang, dan seterusnya.

Contoh:

 

profit taking
Aplikasi “Neo Hots”

Perhatikan garis MA (20) diatas yang berwarna biru.
Pada gambar tersebut terlihat saham BBRI tengah mengalami kenaikan harga selama beberapa saat. Asumsikan anda membeli saham tersebut di harga 3600 rupiah.

Dari gambar di atas, pada poin 1.1 kita bisa melihat harga saham BBRI pertama kali menembus MA (20) di harga 3700an, ini adalah salah satu sinyal jual. Tetapi jika anda masih ingin mencoba menahan 1 hari lagi untuk memastikan bahwa saham tersebut harus dijual, tidak apa-apa.

Pada poin 2.2 kita menemukan bahwa harga saham turun dibawah MA (20) lagi, dan candle (grafik bentuk lilin) yang terbentuk berwarna merah tebal serta panjang. Pada saat ini sebaiknya anda melakukan profit taking untuk mengamankan keuntungan anda.

Jangan lupa untuk memperhatikan volume sebelum pengambilan keputusan. Selama volume tidak terlalu kecil, itu indikasi yang cukup kuat (Lihat poin 1.2 dan 2.2).

 

**Trailing stop anda harus dinaikkan seiring dengan kenaikan harga saham jika anda menggunakan indikator statis seperti penarikan garis support manual atau fibonacci**

**Moving average adalah salah satu indikator favorit kami karena indikator ini dinamis dan sederhana. Nilai moving average akan bergerak mengikuti harga rata-rata saham sesuai dengan jangka waktu yang kita tentukan**