Reverse stock split

*Versi Singkat

Pengertian dari reverse stock split adalah penggabungan nilai nominal saham oleh perusahaan yang membuat jumlah lembar saham beredar menjadi lebih sedikit. 

Contoh sederhananya adalah sebagai berikut:

  • Rino memiliki 1000 lembar saham BNBR di harga Rp 50,- per lembar saham.
  • Perusahaan BNBR memutuskan untuk melakukan reverse stock split dengan rasio (old:new) 10:1, yang berarti 10 lembar saham BNBR seharga Rp 50,- akan digabung menjadi 1 lembar saham BNBR seharga Rp 500,-.
  • Setelah proses reverse stock split berakhir, maka Rino akan memiliki 100 lembar saham BNBR di harga Rp 500,- per lembar saham.

 

*versi lengkap
Pengertian dari reverse stock split

reverse stock split adalah, reverse stock split, reverse, stock, split, stock split

Jika anda pernah melihat harga suatu saham yang berubah drastis dalam waktu satu malam (diluar waktu aktif bursa saham), maka kemungkinan besar saham tersebut terkena imbas dari proses stock split atau reverse stock split.

Reverse stock split adalah aksi korporasi yang menggabung nilai nominal saham menjadi lebih besar dan mengurangi jumlah saham yang beredar di bursa. Secara garis besar, proses reverse stock split adalah kebalikan dari proses stock split.

Kebanyakan investor di Indonesia tidak menyukai proses ini, karena biasanya di Indonesia, perusahaan yang melakukan proses reverse stock split adalah perusahaan yang sedang kurang sehat. Kalau begitu, kenapa harus susah – susah melaksanakan proses reverse stock split?

 

**Anda bisa cukup berkonsentrasi kepada harga saham saja dan mengabaikan nilai nominal saham**

**Rasio saham (old:new) 2:1 berarti penggabungan saham 2 lembar menjadi 1, nilai nominal saham menjadi 2x lebih besar, harga saham menjadi 2x lebih besar, jumlah saham yang anda miliki menjadi 2x lebih sedikit sehingga total uang yang anda miliki tetaplah sama.**

 

alasan dan tujuan dari reverse stock split

Pernahkan anda melihat saham di bursa yang memiliki harga Rp 50,- dan posisinya hanya bisa dibeli, tetapi tidak bisa dijual? Pernah nyangkut di beberapa saham tersebut?

Investor di Indonesia suka menyebut mereka dengan saham tidur atau saham zombie. Mereka suka bergerak sesekali dikala IHSG sedang bergerak turun. Jika mereka sedang tidak bergerak? Tentu anda tidak bisa menjual saham – saham tersebut lewat pasar regular, dan hanya bisa mencoba untuk menjual lewat pasar nego.

Jadi, beberapa alasan dan tujuan kenapa perusahaan melakukan reverse stock split adalah:

  • Perusahaan ingin saham mereka bisa ditransaksikan di pasar regular. Harga saham yang terlalu ‘murah’ bisa memberi pencitraan yang negatif terhadap muka perusahaan.
  • Perusahaan ingin mengurangi jumlah lembar saham yang beredar. Dengan berkurangnya jumlah saham yang beredar akan membuat laba per lembar saham / Earning Per Share (EPS) naik.
  • Mengurangi risiko terkena delisting dari bursa efek karena harga saham yang terlalu rendah.

 

**Sama seperti proses stock split, reverse stock split akan terjadi secara otomatis pada portofolio anda. Tidak ada hal khusus yang harus anda lakukan**

 

Ilustrasi mekanisme reverse stock split pada bursa saham
  1. Anto memiliki saham ELTY 1000 lembar dengan harga Rp 50,- per lembar saham.
  2. Total nilai saham ELTY milik Anto = Rp 50.000,-.
  3. ELTY memutuskan untuk melakukan proses reverse stock split dengan rasio (old:new) 5:1.
  4. Saham ELTY milik Anto terkena proses reverse stock split dari 1000 lembar menjadi 200 lembar.
  5. Saham ELTY milik Anto terkena proses reverse stock split dari Rp 50,- per lembar menjadi Rp 250,- per lembar.
  6. Total nilai saham ELTY yang dimiliki Anto sekarang adalah 200 lembar X Rp 250,- = Rp 50.000,-.
  7. Saham ELTY mengalami penurunan harga beberapa hari ke Rp 100,- per lembar.
  8. Total nilai saham ELTY yang dimiliki Anto setelah reverse stock split dan penurunan harga yang terjadi adalah 200 lembar X Rp 100,- = Rp 20.000,-.

 

*Ini adalah ilustrasi dari mekanisme reverse stock split, penurunan harga di ilustrasi ini hanyalah contoh dari gambaran pergerakan harga setelah proses reverse stock split dilakukan. Proses reverse stock split tidak pasti 100% membuat harga saham menjadi turun**

 

dampak dari proses reverse stock split

Hal yang akan langsung terlihat pasca proses reverse stock split adalah jumlah lembar saham yang berkurang, meningkatnya EPS pada saham, dan harga saham yang mungkin akan menjadi cukup volatil dalam beberapa saat.

Jumlah lembar saham yang berkurang akan berpengaruh ke likuiditas pada transaksi saham tersebut. Peningkatan EPS akan terlihat di catatan keuangan saham.

Harga saham yang cukup volatil akan dijelaskan dengan contoh sebagai berikut:

  • Saham UNSP sudah tidak dapat dijual di pasar regular karena harganya sudah mentok di Rp 50,- (Harga terendah di pasar regular sampai saat tulisan ini ditulis adalah Rp 50,-).
  • Setelah dilihat di pasar nego, saham UNSP dihargai sekitar Rp 40,- per lembar.
  • UNSP melakukan proses reverse stock split (old:new) 10:1 yang berarti 10 lembar saham digabung menjadi 1 lembar saham.
  • Setelah proses reverse stock split dilangsungkan, harga saham akan menjadi 500 rupiah keesokan harinya, dan kemungkinan besar akan bergerak turun ke harga Rp 400,- per lembar sebagai pencocokan harga.
  • Setelah itu, mungkin harga saham akan cukup volatile bergerak tergantung dari pandangan ke depan oleh investor terhadap kinerja perusahaan UNSP.

 

**Ini adalah salah satu contoh proses reverse stock split yang dilakukan pada saham dengan harga dibawah Rp 50,-.**

**Biasanya investor di Indonesia tidak begitu menyukai reverse stock split, karena aksi ini dipandang hanya dilakukan oleh perusahaan yang kurang sehat dan kebanyakan akan membuat harga saham bergerak turun**

**Perlu anda ingat sekali lagi bahwa tidak semua saham akan bergerak turun setelah mengalami proses reverse stock split**