Rights issue

*versi Singkat

Rights issue adalah salah satu cara untuk menambah modal bagi perusahaan. Proses rights issue dilakukan dengan cara menerbitkan HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu) yang nantinya akan ditebus menjadi saham baru. HMETD dapat diperdagangkan dalam kurun waktu tertentu.

HMETD ini ditandai dengan akhiran “-R” pada perdagangan bursa saham. Sebagai contoh, saham telkom memiliki kode TLKM, dan HMETD-nya adalah TLKM-R. Sebutan lain yang mungkin anda pernah lihat untuk rights issue adalah Penawaran Umum Terbatas (PUT).

 

*versi lengkap
Apa Yang Dimaksud Dengan Rights Issue?

rights issue, rights issue adalah, adalah, rights, issue, right issue, right, hmetd, belajar saham, saham indonesia, belajar investasi, investasi

Di saat anda membeli saham sebuah perusahaan, berarti anda telah membeli sebagian dari perusahaan tersebut. Dengan kepemilikan saham yang telah anda beli, maka anda berhak mengikuti beberapa aksi korporasi yang akan dilakukan oleh perusahaan.

Hal yang akan anda sering lihat adalah RUPS/RUPSLB yakni rapat umum pemegang saham. Selain itu, rights issue adalah salah satu aksi korporasi lainnya yang dapat anda ikuti.

Seperti yang anda telah baca pada versi singkat diatas, rights issue adalah salah satu cara dari perusahaan untuk memperkuat struktur permodalan selain private placement. Pada proses rights issue, anda akan mendapat hak untuk membeli saham baru yang akan diterbitkan.

Hak untuk membeli saham baru ini disebut dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). HMETD akan dapat diperdagangkan di bursa layaknya sebuah saham pada kurun waktu tertentu. Pada saat HMETD diperdagangkan, anda bisa membeli HMETD orang lain, menjual HMETD milik anda, atau anda bisa menebus hak anda menjadi saham baru yang akan diterbitkan.

Lalu kenapa perusahaan melakukan rights issue? Inti dari rights issue adalah untuk meminta modal tambahan dari para investor. Tujuan perusahaan meminta modal tambahan bisa berbeda-beda alasannya. Ada perusahaan yang sedang sangat bagus bisnisnya sehingga ingin ekspansi dengan lebih cepat, ada perusahaan yang kesulitan keuangan sehingga ingin meminta modal tambahan untuk membantu membayar hutang.

 

**Jika pada proses rights issue anda tidak menebus hak anda untuk membeli saham baru, maka porsi saham baru ini akan dibeli oleh pembeli siaga yang telah ditentukan. Tidak menebus hak anda ini juga akan mengakibatkan efek dilusi pada kepemilikan saham anda.**

 

Dilusi

Dilusi adalah penurunan persentase kepemilikan saham yang terjadi karena bertambahnya jumlah saham total, sedangkan investor yang bersangkutan tidak ikut membeli penerbitan saham baru tersebut. Efek dilusi bisa terjadi bila investor tidak menebus penerbitan saham baru dari aksi rights issue, atau private placement.

 

Contoh Kasus Rights Issue

PT Selimut Dunia memiliki valuasi sebesar Rp 1.000.000.000,-

Valuasi per lembar saham: Rp 1.000.000,-

Investor PT Selimut Dunia antara lain:

Budi: 500 lembar saham = 50%

Riska: 250 lembar saham = 25%

Toni: 250 lembar saham = 25%

Total saham = 1000 lembar

 

PT Selimut Dunia ingin melakukan ekspansi besar dan melakukan rights issue dengan target Rp 500.000.000,-

Budi menjadi pembeli siaga

Nilai saham baru = Rp 1.000.000,-

Rasio HMETD 10:5 yang berarti 10 saham lama berhak menebus 5 saham baru.

Jumlah total saham baru 500 lembar

Budi berhak menebus 250 lembar saham baru

Riska berhak menebus 125 lembar saham baru

Toni berhak menebus 125 lembar saham baru

 

Setelah mengetahui hal tersebut, Budi dan Riska menebus seluruh saham baru yang diterbitkan PT Selimut Dunia, sedangkan Toni tidak menebus sama sekali. Budi sebagai pembeli siaga akan membeli saham baru yang tidak ditebus oleh Toni. Perhitungan nya adalah sebagai berikut:

Budi menebus 250 lembar haknya, dan 125 lembar hak toni. Total yang ditebus Budi 375 lembar = Rp 375.000.000,-

Riska menebus 125 lembar haknya = Rp 125.000.000,-

 

Setelah proses rights issue ini selesai maka jumlah saham yang dipegang investor adalah:

Budi = 875 lembar saham = 58,33%

Riska = 375 lembar saham = 25%

Toni = 250 lembar saham = 16,67%

Total saham sekarang 1500 lembar.

Kepemilikan saham Budi bertambah 8,33% karena membeli saham baru yang tidak ditebus oleh Toni.

Kepemilikan saham Toni berkurang (terdilusi) 8,33%.

 

**Kepemilikan Toni dalam perusahaan berkurang dari 25% menjadi 16,67% ini adalah efek dilusi. Yang harus diperhatikan disini, dilusi mengurangi porsi kepemilikan saham perusahaan dalam “persentase”. Jumlah lembar saham Toni tidak berkurang sama sekali.**

 

Ilustrasi mekanisme Rights Issue Pada Bursa saham

PNBS memiliki harga saham sebesar Rp 100,- per lembar dan akan melancarkan rights issue dengan nilai nominal Rp 100,- dan harga saham baru sebesar Rp 100,-. Rasio saham yang akan dikeluarkan adalah 1:1.

Anda memiliki saham PNBS sebanyak 1000 lembar. Jadi, anda memiliki HMETD sebanyak 1000 lembar juga karena rasio yang diterbitkan adalah 1:1. Hal berikutnya yang dapat anda lakukan adalah sebagai berikut:

  • Jika di hari perdagangan HMETD telah dimulai dan harga saham PNBS meningkat ke Rp 110,- , maka harga PNBS-R akan berada di kisaran Rp 10,-. Ini berarti anda dapat menjual HMETD anda 1000 lembar dengan harga Rp 10,- menjadi uang sebesar Rp 10.000,-
  • Jika di hari perdagangan HMETD telah dimulai dan harga saham PNBS mengalami penurunan ke Rp 90,- , maka harga PNBS-R akan berada di kisaran Rp 1,-. Ini adalah posisi yang cukup sulit, karena anda hanya bisa antri untuk menjual HMETD anda (tidak bisa langsung sell karena biasanya tidak ada yang mau beli)
  • Anda juga bisa membeli HMETD milik orang lain jika ini memperdagangkan atau menebus HMETD tersebut
  • Pastikan anda menebus HMETD sebelum waktu penebusan berakhir, karena HMETD tersebut bisa HANGUS (ini dilakukan jika anda tidak menjual HMETD milik anda)

 

**Anda dapat mengabaikan nilai nominal saham pada rights issue. Ini akan kita bahas di artikel lain.**

**Masa perdagangan HMETD biasanya relatif singkat, maka dari itu anda harus lebih berhati-hati. Jika anda memiiki HMETD, dan harga penebusan saham baru lebih tinggi daripada harga saham pada bursa, maka anda dapat mempertimbangkan untuk membiarkan HMETD tersebut hangus lalu membeli saham yang bersangkutan dari pasar regular saja.**

 

Cara Jual / Beli HMETD Pada Rights Issue

HMETD dapat anda transaksikan layaknya sebuah saham pada saat “trading day” HMETD tersebut sedang berlangsung. Misalnya anda ingin melihat transaksi HMETD saham PNBS, maka ketik kode PNBS-R pada aplikasi online trading sekuritas anda untuk melihat transaksi yang sedang berlangsung.

Beberapa sekuritas memiliki fitur untuk mentransaksikan langsung HMETD pada aplikasi online trading, beberapa sekuritas lainnya harus menelepon pihak broker, untuk meminta bantuan membeli atau menjual HMETD.

 

**Transaksi HMETD berlangsung pada jam 09.00 – 12.00 WIB saat jam bursa aktif**

 

Dampak dari Rights Issue

Dampak yang paling terlihat dari hasil rights issue adalah meningkatnya kapitalisasi perusahaan, dan perdagangan saham di bursa menjadi lebih likuid karena bertambahnya jumlah lembar saham.

Efek lainnya seperti hasil rights issue yang digunakan untuk ekspansi atau pembayaran hutang yang akan jatuh tempo akan terlihat di laporan keuangan. Hal ini tentunya akan membutuhkan waktu untuk melihat hasilnya.

 

**Dampak dari rights issue bisa berakibat positif atau negatif tergantung dari bagaimana perusahaan menggunakan uang dari rights issue tersebut. Pelajari perusahaan tersebut atau tanya ahli sebelum anda bertindak.**