Stock Split

*Versi Singkat

Pengertian dari stock split adalah pemecahan nilai nominal saham oleh perusahaan yang mengakibatkan meningkatnya jumlah lembar saham yang beredar.

Contoh sederhananya adalah sebagai berikut:

  • Budi memiliki 1000 lembar saham telkom di harga Rp 1.500,- per lembar saham.
  • Perusahaan telkom memutuskan untuk melakukan stock split dengan rasio (old : new) 1:3, yang berarti 1 lembar saham seharga Rp 1.500,- akan dipecah menjadi 3 lembar saham seharga Rp 500,-.
  • Setelah stock split selesai dilaksanakan, maka Budi akan memiliki 3000 lembar saham telkom seharga Rp 500,-.

 

*Versi Lengkap
Apa itu Stock Split?

Pernahkah anda melihat harga sebuah saham berubah dengan sangat signifikan dalam satu malam? Mungkin saham yang anda lihat itu telah mengalami proses stock split atau reverse stock split.

Stock split adalah salah satu aksi korporasi yang memecah nilai nominal saham menjadi lebih kecil dan mengakibatkan bertambahnya jumlah saham yang beredar.

Ilustrasi dari proses stock split bisa anda baca pada versi singkat di atas, dan dalam proses tersebut nilai nominal saham juga akan dipecah sesuai rasio yang ditentukan (nilai nominal saham ini tidak berpengaruh pada transaksi anda di bursa saham).

 

**Anda dapat mengabaikan nilai nominal saham pada transaksi di bursa saham**

**Rasio saham (old : new) 1:3 berarti pemecahan 1 menjadi 3, nilai nominal saham menjadi 3x lebih kecil, harga saham menjadi 3x lebih kecil, tetapi jumlah saham yang anda miliki akan menjadi 3x lebih banyak sehingga total uang yang anda miliki tetaplah sama dan tidak berkurang**

 

Apa Tujuan Dari Stock Split?

Terkadang anda akan melihat harga saham yang terlalu tinggi, atau jumlah lembar saham yang terlalu sedikit sehingga membuat anda sulit bertransaksi.

Tujuan utama dari stock split adalah memecah nilai harga saham dan membuat peningkatan dalam likuiditas saham untuk mempermudah transaksi para investor.

Contoh sederhana:

  • Saham HMSP memiliki harga Rp 100.000,- per lembar dan transaksi saham ini kurang likuid di bursa.
  • HMSP melakukan proses stock split (old : new) 1:25 yang membuat harga per lembar saham menjadi Rp 4000,- dan jumlah lembar saham yang beredar di bursa 25x lebih banyak.
  • Hal ini akan sangat membantu para investor untuk bertransaksi pada saham HMSP, selain harga yang lebih mudah dijangkau, likuiditas saham ini pun jauh meningkat.

 

**Proses stock split akan terjadi secara otomatis pada portofolio anda, tidak ada proses penebusan atau apapun yang harus anda lakukan untuk menerima hal ini***

 

kapan Perusahaan Memutuskan Untuk melakukan proses stock split?

Biasanya, perusahaan baru akan melakukan proses stock split apabila:

  • Harga saham sudah dianggap tinggi
  • Saham kurang likuid

 

**Harga saham yang lebih rendah sering diartikan orang menjadi ruang kenaikan harga saham yang lebih tinggi, hal ini dikarenakan harga saham yang lebih rendah mempermudah semua kalangan investor untuk membeli dan mentransaksikan saham tersebut**

 

Ilustrasi mekanisme stocksplit pada bursa saham

stock split adalah, stock split, stock, split, saham, indonesia, saham indonesia, kamus, kamus saham, belajar investasi, pengertian saham, pengertian, belajar, belajar saham

 

  1. Susi memiliki saham BBRI 1000 lembar dengan harga Rp 10.000,- per lembar saham.
  2. Total nilai saham BBRI Susi = Rp 10.000.000,-.
  3. Susi menyimpan saham ini sampai harganya menjadi Rp 20.000,- per lembar.
  4. Total nilai saham BBRI Susi = Rp 20.000.000,-.
  5. BBRI memutuskan untuk melakukan proses stock split dengan rasio (old:new) 1:5.
  6. Saham Susi terkena proses stock split dari 1000 lembar menjadi 5000 lembar.
  7. Saham Susi terkena proses stock split dari Rp 20.000,- per lembar menjadi Rp 4000,- per lembar.
  8. Total nilai saham BBRI yang dimiliki Susi adalah 5000 lembar X Rp 4000,- = Rp 20.000.000,-.
  9. Susi masih menyimpan saham BBRI sampai harganya naik menjadi Rp 10.000,- per lembar lagi
  10. Total nilai saham BBRI yang dimiliki Susi sekarang adalah 5000 lembar X Rp 10.000,- = Rp 50.000.000,-

 

**Walaupun tidak selalu terjadi, biasanya stock split memudahkan harga saham untuk bergerak naik**

 

Dampak Dari Proses Stock Split

Dampak dari proses stock split adalah harga saham yang lebih terjangkau dan peningkatan likuiditas pada transaksi saham. Ini adalah hal positif karena bisa menarik minat para investor untuk bertransaksi pada saham itu.

Harga yang lebih terjangkau membuat lebih banyak investor yang mampu untuk membeli saham tersebut. Peningkatan jumlah saham yang beredar membuat likuiditas meningkat dan para investor bisa dengan lebih mudah bertransaksi.

 

**Biasanya proses stock split dipandang positif untuk pergerakan harga saham karena menarik minat para investor untuk bertransaksi (hal ini tentunya tidak 100% membuat harga saham pasti naik**