Value Investing

*versi singkat

Value investing adalah salah satu teknik investasi yang berbasis analisis fundamental dalam pasar modal. Value investing dilakukan dengan cara menganalisa rasio pada fundamental perusahaan, harga wajar (Intrinsic Value) saham dan Margin of Safety (MoS) untuk mencari saham yang tergolong ‘murah’ (Undervalued). Orang yang melakukan value investing disebut dengan value investor.

Contoh sederhana:

  • PT. ABC memiliki harga saham Rp 1000,- dengan perhitungan harga wajar saham pada Rp 3000,-
  • PT. XYZ memiliki harga saham Rp 400,- dengan perhitungan harga wajar saham pada Rp 500,-
  • Margin of Safety dari PT. ABC adalah (3000-1000) / 3000 = 66.67%
  • Margin of Safety dari PT. XYZ adalah (500-400) / 500 = 20%

Merujuk ke keterangan dari contoh ini, saham PT. ABC adalah saham yang lebih layak dibeli secara value investing karena memiliki MoS sebesar 66.67%.

Saham PT. XYZ tampak lebih ‘murah’ dengan harga Rp 500,-, tetapi saham perusahaan ini ditransaksikan pada MoS 20%, maka saham ini kurang layak dibeli dibandingkan dengan PT. ABC.

 

*Versi lengkap
Latar belakang value investing

Orang pertama yang dikenal mengaplikasikan value investing adalah profesor Benjamin Graham, bapak dari konsep value investing yang telah membuat dua buah buku yang menjadi pedoman bagi para value investor yakni ‘The Intelligent Investor’ dan ‘Security Analysis’.

Benjamin Graham menekankan konsep filosofinya meliputi analisis fundamental, harga wajar saham, diversifikasi terkonsentrasi, margin of safety, dan pemikirian yang kontrarian.

Seberapa efektif teknik value investing ini? Sangat efektif. Anak didik dari profesor Benjamin Graham adalah Warren Buffett, beliau menggunakan teknik value investing sebagai salah satu teknik pembelian saham yang ia miliki.

 

**Warren buffett tidak hanya menggunakan value investing sebagai acuan untuk membeli saham, beliau juga menggunakan growth investing**

 

Pengertian value investing

value investing adalah, value investing, value, investing, adalah, investing adalah

Prinsip dasar dari value investing adalah menemukan saham super dengan harga yang terdiskon dari harga wajarnya, tetapi diskon ini dikarenakan oleh hal yang tidak berhubungan dengan fundamental ekonomi perusahaan.

Diskon yang terjadi bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti penilaian investor dalam market yang salah, atau pasar bearish yang menyebabkan turunnya harga saham pada bursa.

Tetapi diskon ini tidak boleh dikarenakan oleh masalah yang terjadi pada perusahaan, diskon yang terjadi karena masalah fatal dalam perusahaan tidak termasuk dalam kategori value investing.

 

**Hati-hati dalam membaca berita yang keluar dari media apapun, terkadang mereka bisa menerbitkan sebuah berita tentang perusahaan tanpa mengetahui kepastian dari kebenaran berita tersebut (hanya rumor)**

 

Analisis Rasio Fundamental

Secara umum, rasio yang paling sering digunakan untuk value investing adalah Price to Book Value (PBV) dan Price to Earning Ratio (PER).

  • PBV adalah perbandingan harga saham dengan nilai bukunya (aset perusahaan). PBV yang terbilang murah adalah PBV < 1.
  • PER adalah perbandingan harga saham dengan pendapatan per lembar saham. PER bisa digunakan sebagai pembanding harga saham di suatu sektor. Jadi, anda bisa membandingkan bank BRI dan bank BCA, PER yang lebih kecil berarti harga sahamnya lebih murah.

 

**Anda harus membandingkan saham dengan sektor yang sama saat menggunakan PER, dan ingat harga saham yang lebih murah belum tentu bisa naik lebih banyak**

 

Cara menghitung nilai intrinsik dan margin of safety

Perhitungan nilai intrinsik dari sebuah saham ini adalah perhitungan yang subjektif, karena kita diharuskan memproyeksikan seberapa jauh perusahaan bisa berkembang. Semakin jauh proyeksi kita, akan menjadi semakin besar nilai intrinsik itu.

Warren buffett sendiri sering menggunakan tempo waktu 10 tahun untuk perhitungan nilai intrinsik dan MoS 25% dalam mempertimbangan saham yang akan beliau beli secara value investing.

Contoh sederhananya adalah sebagai berikut:

Saat tulisan ini ditulis pada april 2018, perusahaan BBRI memiliki ekuitas sebesar 167,35 triliun rupiah dan 123,35 milyar lembar saham. Ekuitas per lembar saham BBRI adalah 167,35 triliun / 123,35 milyar = Rp 1356,7,-. Laba per lembar saham tercatat Rp 1175,-.

Kita proyeksikan perusahaan BBRI akan maju dan berkembang selama 10 tahun ke depan dengan pertumbuhan 10% per tahun (ini adalah perhitungan yang konservatif). Maka laba 9 tahun mendatang BBRI adalah

  • 1292,5
  • 1421,75
  • 1564
  • 1720
  • 1892,3
  • 2081,6
  • 2290
  • 2518,7
  • 2770,6

Kita hanya memerlukan laba 9 tahun mendatang karena laba 1 tahun pertama perusahaan telah tercatat pada ekuitas perusahaan.

Selanjutnya kita jumlahkan proyeksi laba 9 tahun mendatang dengan ekuitas perusahaan yang tercatat saat ini. Maka hasil yang kita dapatkan adalah 18.908

Lalu kita akan kurangi dengan bunga per tahun yang ditawarkan oleh instrumen investasi yang aman, misalnya obligasi.

Kita akan menggunakan contoh SUKUK pemerintah yang menawarkan bunga 6% per tahun.

  • 18.908 dipotong 6% = 17.773,5
  • 17.773,5. dipotong 6% = 16.707

Lanjutkan perhitungan ini sampai 10x karena proyeksi kita adalah 10 tahun. Maka hasil akhir yang didapat adalah Rp 10.184,-.
Rp 10.184,- adalah nilai instrinsik dari BBRI saat ini apabila kita memproyeksikan perusahaan kuat bertumbuh sampai 10 tahun kedepan.

Setelah mendapat harga intrinsik, kita akan menghitung nilai margin of safety (MoS) dari BBRI
Dengan harga saham Rp 3590,- (harga BBRI saat tulisan ini ditulis), maka nilai intrinsik BBRI dan harga BBRI pada bursa saham memiliki selisih Rp 6594,-

Margin of Safety = Rp 6594,-  / Rp 10184,- = 64,7%, yang berarti saham BBRI saat ini 64,7% dibawah harga wajarnya.
Dengan MoS sebesar 64,7% maka saham BBRI layak untuk dibeli secara perhitungan value investing.

 

**Ini adalah ilustrasi sederhana dari perhitungan nilai intrinsik, tidak ada ajakan membeli saham dari tulisan ini**

**Laporan keuangan yang dipakai untuk mencari nilai intrinsik adalah laporan keuangan tahunan, bukan laporan keuangan kuartalan**

**Metode perhitungan nilai intrinsik dipelajari dari sumber Teguhhidayat.com, dengan perhitungan contoh yang berbeda**