7 Kesalahan yang Sering Terjadi Pada Trader Pemula

kesalahan trader pemula, kesalahan trader, trader pemula

 

Kesalahan trader pemula – Kesalahan memang bisa terjadi kepada siapa saja, termasuk ke para profesional yang sudah lama menjalani profesi mereka. Tetapi, kita sebagai manusia harus terus berusaha untuk belajar dan tidak mengulangi kesalahan. Akan lebih baik lagi bila kita bisa belajar dari pengalaman dan kesalahan orang lain yang tentu akan menghemat waktu dan tenaga.

Banyak trader dan investor saham hebat yang sekarang sukses, dulunya juga sempat rugi besar. Lagipula, bukankah semua orang profesional yang sudah sukses saat ini, dulunya juga adalah seorang pemula?

Berkut kami tuliskan beberapa kesalahan trader pemula yang sering terjadi:

 

1. langsung mengikuti rekomendasi saham dari analis

Kesalahan trader pemula yang pertama adalah suka sekali dengan rekomendasi saham yang diberikan oleh analis. Apalagi jika analis tersebut sudah terkenal atau membawa nama perusahaan besar.

Kami tidak mengatakan bahwa ini adalah hal yang sepenuhnya salah. Hanya saja, jika anda memilih untuk benar-benar mengikuti trading plan dari analis, anda harus lakukan keseluruhan rencana tersebut dengan disiplin.

Banyak sekali cerita trader yang mengikuti rekomendasi beli saham dari analis, tetapi saat sahamnya gagal naik dan menyentuh titik cut loss, mereka tidak mau menjual sahamnya. Hal ini bisa menyebabkan kerugian yang dalamnya tidak bisa diprediksi oleh siapapun juga.

Alangkah baiknya bila anda menggunakan rekomendasi analis sebagai alat bantu screener saham yang berpotensi saja, lalu menganalisa sendiri prospek dari saham tersebut. Karena analis bukan dewa, dan selalu ada “Disclaimer” di setiap rekomendasi saham.

Lalu bagaimana jika anda tidak mengerti sama sekali tentang analisa saham? Ya, belajar.

 

2. Tidak memiliki rencana trailing stop

Anda membeli saham XYZ di harga 1000 rupiah, lalu saham XYZ naik menjadi 1300 rupiah dalam 1 minggu. Anda sangat senang dan tentunya anda akan hold saham ini sembari berkata “Let the profit run !”.

Lalu saham XYZ mengalami penurunan harga menjadi 1200 rupiah, dan anda berpikir bahwa ini adalah pullback saham yang sering terjadi saat saham sedang uptrendSelang 2 minggu kemudian saham XYZ turun menjadi 900 rupiah, anda panik dan melakukan cut loss.

Pernah mengalami hal seperti ini? “Let the profit run” memang taktik yang baik untuk mendapat keuntungan sebesar mungkin dari sebuah transaksi saham. Tetapi jangan sampai keuntungan anda berubah menjadi kerugian karena anda tidak mau melakukan profit taking.

Cara menentukan trailing stop sederhana adalah dengan menggunakan indikator “Moving Average (MA)”. Anda bisa menggunakan MA(5), MA(10), MA(20), dan seterusnya untuk menjaga keuntungan anda (Contoh sederhana penggunaan “Moving Average” ada pada artikel Profit Taking).

Jika anda masuk ke dalam saham yang volatilitasnya tinggi, mungkin anda bisa menggunakan cara lain. Misalnya jual saham saat harga turun melewati 5% dari harga tertingginya.

 

3. hanya memikirkan “reward” tanpa memikirkan “risk”

Ada kalanya market bergerak bullish dengan sangat kuat, dan anda dapat dengan mudah mendapat keuntungan dari transaksi saham apapun. Begitu anda mendapat keuntungan besar, anda terlena dan mulai berpikir “Jika saya menggunakan dana 3x lipat dari sekarang, cuan nya di x3 juga nih”.

Lalu anda mulai menambah porsi pembelian saham dengan uang panas, uang pinjaman, atau margin dari perusahaan sekuritas. Tidak berapa lama kemudian market berubah menjadi bearish, semua saham melorot dengan cepat, portofolio andapun “kebakaran”.

Ingat, market itu dinamis, tidak akan selalu naik, tidak akan selalu turun. Dengan bertambahnya jumlah porsi yang anda beli, potensi keuntungan akan meningkat, tetapi potensi kerugian juga meningkat. Jangan hanya melihat potensi keuntungan yang bisa anda dapat, perhitungkan juga potensi kerugian yang bisa terjadi.

 

4. tidak mengetahui karakteristik trading diri sendiri

Trader dibagi menjadi beberapa macam yang digolongkan menurut jangka waktu dan cara tradingnya (baca: Tipe “Trader” dan Gaya “Trading” Saham).

Mungkin anda bisa memiliki 2 dari keseluruhan karakteristik trader, tetapi pastikan anda tahu sebenarnya karakteristik anda seperti apa. Karena dari karakteristik tersebut, anda baru bisa tahu cocoknya trading seperti apa.

Misalnya, scalper mungkin akan merasa bosan bila membeli saham yang dibeli oleh position trader. Sebaliknya position trader mungkin bisa jantungan bila membeli saham yang dibeli scalper.

 

5. tidak punya trading plan

Jangan meremehkan hal yang satu ini, karena trading plan adalah salah satu hal penting dalam pengaturan manajemen risiko pada dunia saham.

Trading plan meliputi perencanaan titik masuk saham, target-target harga yang mungkin dicapai, titik cut loss saham, rasio risk:reward, dan jumlah uang yang boleh masuk menurut money management anda.

Tentunya anda harus disiplin untuk menjalankan trading plan yang telah anda buat, kalau tidak ya percuma.

 

6. kecanduan trading

Maksud dari kecanduan trading disini adalah, anda tidak bisa diam menunggu tanpa bertransaksi saham. Anda ingin terus membeli atau menjual saham setiap harinya, walaupun tidak ada saham yang berpotensi menurut anda.

Trading saham tidak harus dilakukan setiap hari. Bahkan seorang scalper pun kalau melihat risiko sedang besar (market bearish berat), lebih memilih untuk libur saja.

 

7. tidak bisa “menunggu”

Kesalahan trader pemula yang terakhir pada artikel ini adalah kebanyakan trader pemula tidak sanggup untuk “menunggu”.

Menunggu adalah salah satu kegiatan yang sangat krusial dalam dunia trading saham. Menurut “Creative-Trader”, salah satu grup analis ternama di Indonesia, dalam perdagangan saham selalu “Ada waktu untuk membeli, ada waktu untuk menjual, dan ada waktu untuk menunggu”.

Hanya saja kebanyakan trader, baru “menunggu” ketika sahamnya “nyangkut”. Seberapa lama pun, jika anda terpaksa untuk “menunggu”, tidak akan bisa meningkatkan kemampuan anda sebagai seorang trader.

Anda harus punya trading plan yang jelas, dan “menunggu” kesempatan datang untuk mengeksekusi rencana anda. Dengan begitu, skill trading anda baru bisa mengalami peningkatan. (Baca artikel pentingnya aktifitas “Menunggu” by Creative-Trader).

 

Sekian pembahasan kami mengenai 7 kesalahan trader pemula yang sering terjadi.

Semoga bermanfaat.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.