Kontrak baru Waskita Beton (WSBP) turun, ini penyebabnya

Logo Waskita Beton – Proyek Stasiun LRT Palembang dari WSKT – kereta ringan light rail transit Jakabaring Palembang yang dikerjakan PT Waskita Karya Tbk WSK (26/10/2017). Kontan/Daniel Prabowo

 

JAKARTA — PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencatatkan nilai kontrak baru per Agustus 2018 senilai Rp 4,08 triliun. Namun, pencapaian itu turun bila dibandingkan dengan nilai kontrak baru pada Agustus 2017 yang mencapai Rp 7 triliun.

Sekretaris Perusahaan WSBP Ratna Ningrum mengatakan, hal tersebut karena terkait beberapa kebijakan induk WSBP yang tidak jadi mengambil pekerjaan investasi terutama jalan tol. Sang induk usaha yakni PT Waskita Karya Tbk melakukan revisi terhadap rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP), sehingga WSBP sebagai anak perusahaan pun melakukan penyesuaian.

“Selain itu, WSBP juga akan terus berupaya untuk mengambil peluang di pasar eksternal. Saat ini kontribusi kontrak dari Waskita Group di kontrak baru sekitar 60%an,” ujar Ratna kepada Kontan, Rabu (12/9).

Menurut Ratna, pihaknya menargetkan nilai kontrak baru hingga akhir tahun 2018 sebesar Rp 8,3 triliun. Proyek hingga akhir tahun yang dibidik antara lain jalan tol Tebing Tinggi-Pematang Siantara, jalan tol Legundi-Bundar. Lalu proyek jalan tol Probolinggo-Banyuwangi, proyek tol Jakarta-Cikampek, jembatan Penajam,dan proyek lainnya.

Untuk meningkatkan kinerja, WSBP pun berencana meningkatkan kapasitas produksi mereka di akhir tahun ini. “Saat ini kapasitas produksi sebesar 3,5 juta ton per tahun. Nantinya sampai dengan akhir tahun 2018, ada rencana menjadi 3,75 juta ton per tahun,” ujar Ratna.

Adapun, hal itu dilakukan dengan melakukan penambahan kapasitas di plant existing WSBP. Saat ini WSBP memiliki 11 pabrik yang sudah siap produksi.

 

Sumber:

https://investasi.kontan.co.id/news/kontrak-baru-waskita-beton-wsbp-turun-ini-penyebabnya

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.