Mewaspadai Bahaya Dari “Near Miss Effect” Dalam Trading Saham

near miss effect

 

Bahaya dari near miss effect – Anda mungkin pernah berada dalam situasi seperti ini: Menggunakan claw machine untuk mendapatkan mainan yang ada di dalam dengan memasukkan koin ke dalam mesin kemudian mengendalikan tangan mesinnya untuk mendapatkan mainan yang diinginkan, mainan sudah nyaris masuk ke dalam kotak keluar namun sayangnya cengkraman tangan mesin melepaskan mainan yang anda incar.

Apa yang akan anda lakukan? Pasti banyak yang kembali memasukkan koin ke dalam mesin untuk mencobanya sekali lagi. Itulah yang disebut dengan efek hampir menang atau dalam dunia psikologi disebut dengan “near miss effect”.

Near miss effect dideskripsikan sebagai sebuah tipe kegagalan yang khusus di mana posisi kegagalan yang dialami sangat dekat dengan titik kesuksesan. Istilah ini sangat populer di dunia psikologi dan ilmu pengetahuan dari perjudian dan berbagai macam aktivitas yang mengandalkan probabilitas.

Teori mengenai near miss effect juga bisa diterapkan pada dunia perdagangan saham terutama bagi yang masih pemula karena banyak yang melakukan trading saham sama dengan cara berjudi dan begitu mereka “sedikit lagi benar” akan ada dorongan untuk “balas dendam”. Bahaya dari near miss effect salah satunya adalah memberikan dorongan kepada para trader untuk membeli saham secara impulsif karena merasa nyaris benar.

 

Pengaruh near miss effect pada perilaku trader

Dalam sebuah permainan yang membutuhkan keahlian, permainan tembak-tembakan misalnya, kejadian near miss akan memberikan anda faktor-faktor strategi yang bisa membuat kondisi hampir menang menjadi menang sungguhan. Misalnya, dengan mengubah angle tembakan sedikit ke kanan, atau mengatur nafas anda, mengendalikan kontrol tangan, dan sebagainya.

Berbeda dengan permainan yang berdasarkan murni pada peluang dan keberuntungan di mana pemainnya tidak memiliki faktor yang bisa dipengaruhi untuk jadi pemenang. Namun pada kenyataannya penelitian menunjukkan bahwa mereka yang mengalami kondisi near miss justru makin bersemangat untuk main lagi dan lagi.

Beberapa ahli psikologi menyimpulkan bahwa near miss effect menyebabkan seseorang merasa frustrasi karena tidak bisa menembak target namun di saat yang bersamaan merasa terdorong untuk mencoba lagi, karena posisinya yang sangat dekat dengan titik targetnya.

efek near miss

Mereka yang mengalami near miss misalnya mendapatkan dua simbol yang sama dari tiga simbol pada mesin jackpot, atau memiliki nomor undian yang hanya beda satu digit dengan pemenang lotrenya cenderung akan membeli undian lagi dan lagi dengan harapan pada undian selanjutnya keberuntungan akhirnya akan datang padanya.

Dalam dunia saham, kejadian yang paling sering dialami oleh trader pada konteks near miss adalah ketika saham yang baru dijual lalu harganya naik (baca: pengertian dan contoh cut loss). Hal ini menciptakan rasa kecewa yang luar biasa karena penjualan dilakukan sesaat sebelum harga naik.

Rasa kecewa akan mengundang aksi balas dendam dengan psikologi yang buruk, kemungkinan besar hasil yang akan anda dapatkan juga akan buruk. Sebaiknya dengan rasa kecewa yang baru anda alami, berhenti sejenak untuk cooling down agar pikiran anda bisa lebih jernih.

 

Efek jangka panjang near miss dalam hal trading

Rasa frustrasi yang muncul karena near miss effect diharapkan lama kelamaan akan berkurang secara bertahap. Hal ini berhubungan karena makin lama trading, makin tahu dengan resikonya, dan harapan untuk selalu benar pun semakin terkontrol. Jika sudah bisa mengontrol ekspektasi, maka rasa kecewa karena gagal pun tidak terlalu besar.

Dalam kondisi psikologi yang seperti ini, pikiran yang rasional akan lebih mendominasi dibandingkan dengan perilaku impulsif yang sangat fatal dalam trading. Karena itulah bahaya dari near miss effect lebih besar dampaknya pada trader pemula. 

 

Kesimpulan

Jangan sampai terjebak terus-menerus dengan perasaan yang diakibatkan oleh near miss effect seperti “ah sayang, nyaris balik modal”, atau “aduh baru dijual, masih naik harga sahamnya”. Karena jika anda ingin membalas dendam, anda akan terpancing untuk melakukan hal yang tidak rasional. Misalnya, menggunakan margin untuk membeli lebih banyak lagi saham, karena anda merasa kali ini anda pasti untung.

Kuasai pikiran anda, kendalikan emosi anda, dan keuntungan akan menjadi milik anda.

Semoga bermanfaat.

referensi: stat.berkeley.edu

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.