panduan investasi saham untuk pemula

Panduan investasi saham untuk pemula ini dibuat karena kami melihat bahwa pertumbuhan investor baru yang masuk ke dalam pasar modal Indonesia begitu besar (bisa dilihat dari chat grup telegram dan whatsapp). Kami berusaha semaksimal mungkin untuk melengkapi isi dari artikel ini, dan kami berharap panduan ini bisa bermanfaat bagi banyak orang.

 

Daftar Isi Panduan Investasi Saham Untuk Pemula:
(Silakan di klik bila anda ingin langsung membaca bab tersebut)

Panduan lengkap investasi saham untuk pemula, panduan investasi saham untuk pemula, panduan pemula, investasi saham


Definisi Saham

Saham adalah surat berharga tanda kepemilikan seseorang atas suatu perusahaan. Disaat anda membeli saham, berarti anda membeli sebagian dari perusahaan. Maka dari itu anda perlu melihat fundamental dari perusahaan sebelum anda memutuskan untuk berinvestasi dengan membeli saham perusahaan tersebut.

Memiliki sebagian dari perusahaan berarti anda juga memiliki bagian dari keuntungan dan kerugian perusahaan. Setiap kali perusahaan mencatatkan keuntungan dan membagikan sebagian dari keuntungan kepada para pemegang saham, maka anda akan mendapat sebagian dari keuntungan tersebut.

Begitu pula apabila perusahaan mengalami kerugian bahkan bangkrut, anda bisa kehilangan uang yang telah anda investasikan ke perusahaan tersebut.

 

-pergerakan harga saham-

Perubahan nilai fundamental perusahaan yang diakibatkan oleh pendapatan laba, ekspansi perusahaan atau kerugian perusahaan akan tercermin dalam harga saham. Bila nilai fundamental naik karena peningkatan laba, harga saham akan ikut naik.

Sebaliknya bila nilai fundamental turun karena penurunan kinerja perusahaan, maka harga saham akan ikut turun. Harga saham juga akan terus berfluktuasi naik turun sesuai dengan hukum supply – demand yang berlaku.

 

-sektor saham-

Saham perusahaan yang tercatat di pasar modal Indonesia dikelompokkan menjadi beberapa sektor. Anda bisa melihat data pergerakan sektor dari BEI (Bursa Efek Indonesia) (silakan scroll ke bawah pada halaman tersebut untuk melihat pergerakan sektor)

Untuk mengetahui sektor dari perusahaan pilihan anda, silakan cari disini. Sektor ini bisa anda gunakan sebagai pembanding disaat anda melihat nilai fundamental suatu perusahaan.

Anda harus membandingkan perusahaan dengan sektor yang sama, misalnya anda membandingkan perusahaan Waskita Karya dengan Wijaya Karya, mana yang lebih murah secara fundamental, dan prospek ke depannya lebih cerah. Jangan membandingkan perusahaan dengan sektor yang berbeda, karena jenis bisnis yang dijalankan juga berbeda.


CARA Mendapatkan untung dari saham

Keuntungan yang bisa anda dapatkan dari saham:

  • Capital gain
    Keuntungan dari selisih harga beli dan harga jual saham, artinya anda menjual saham dengan harga lebih tinggi dari harga beli. Misalnya anda membeli saham BBRI di harga Rp 1000,- dan menjualnya di harga Rp 1100,-, maka anda mendapat capital gain sebesar Rp 100,- per lembar saham.
  • Dividen
    Laba yang diperoleh perusahaan bisa ditahan untuk ekspansi perusahaan lebih lanjut, atau dibagikan ke para pemegang saham. Laba yang dibagi perusahaan ke para pemegang saham disebut dengan dividen.
  • Short sell
    Menjual saham yang belum anda punya terlebih dahulu (dipinjamkan oleh broker / sekuritas) di harga tinggi, lalu membeli saham tersebut kembali di harga rendah. Misalnya anda menjual saham BBRI di harga Rp 1000,- dan membeli kembali di harga Rp 900,-, maka anda mendapat keuntungan Rp 100,- per lembar saham dari transaksi tersebut. Sampai saat ini (2018) transaksi shortsell sedang dilarang dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) di Indonesia.

Pajak yang dikenakan pada saham adalah pajak final dan langsung dipotong saat anda melakukan transaksi, sehingga anda tidak perlu lagi membayar pajak pendapatan tambahan yang anda dapatkan dari penjualan saham.
Anda tetap harus melaporkan saham yang anda miliki sebagai harta pada SPT tahunan.

 

-Risiko investasi saham-

Setiap instrumen investasi di dunia tentunya memiliki risiko. Panduan investasi saham untuk pemula mengenai risiko investasi saham antara lain adalah:

  • Capital Loss
    Kerugian dari selisih harga beli dan harga jual saham. Artinya anda menjual dengan harga yang lebih rendah daripada harga beli. Misalnya anda membeli saham BBRI di harga Rp 1000,-, lalu harga saham tersebut turun hingga Rp 900,- dan anda menjualnya. Dari contoh ini, anda mengalami capital loss sebesar Rp 100,- per lembar saham.
  • Likuidasi perusahaan
    Perusahaan dinyatakan bangkrut atau dibubarkan. Pada kondisi ini, seluruh aset kekayaan perusahaan akan dijual dan hasilnya digunakan untuk melunasi seluruh hutang perusahaan. Apabila hasil dari penjualan aset perusahaan masih ada sisa setelah pembayaran hutang selesai, baru hasil tersebut bisa dibagikan ke para pemegang saham sesuai dengan porsinya.

Saham adalah instrumen investasi jangka panjang

Membeli saham dengan uang dingin (bukan uang pinjaman) adalah langkah yang bijak.


Cara membeli saham

cara membeli saham, panduan investasi saham untuk pemula

Panduan investasi saham untuk pemula mengenai cara pembelian saham adalah sebagai berikut:

1. Untuk bertransaksi saham di Indonesia, anda harus membuka akun di sekuritas / broker terlebih dahulu. Pastikan sekuritas yang anda pilih adalah sekuritas yang benar dan bukan sekuritas bodong.

Daftar sekuritas yang tercatat di BEI dan bisa anda jadikan referensi bisa dilihat disini. Pelajari terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan dari fasilitas setiap sekuritas.

2. Setelah memilih sekuritas yang cocok dengan kebutuhan, silakan hubungi dan buka akun di sekuritas tersebut.

Anda akan diharuskan mengisi formulir pembukaan akun baru, dan pembukaan rekening bank baru yang berfungsi sebagai RDI (Rekening Dana Investor). Dengan adanya RDI, transaksi saham anda di pasar modal Indonesia menjadi lebih aman dan terjaga. 

Proses pembukaan akun ini biasanya membutuhkan waktu 7 – 10 hari kerja sejak formulir diterima oleh pihak sekuritas. Silakan lihat disini untuk proses pembukaan akun yang lebih detail.

3. Begitu RDI selesai dibuat, anda diharuskan untuk melakukan deposit awal. Jumlah deposit awal yang harus disetor berbeda – beda tergantung dari sekuritas dimana anda membuka akun.

Ada sekuritas yang mengharuskan deposit awal minimal Rp 10.000.000,-, ada sekuritas yang membolehkan deposit awal Rp 100.000,-. Ada juga sekuritas yang menentukan fee (tarif transaksi saham) dari deposit awal yang anda lakukan.

4. Sesudah melakukan deposit, anda bisa melihat saldo rekening anda lewat akun sekuritas secara online. Pihak sekuritas biasanya menyediakan aplikasi untuk  trading secara online melalui komputer, laptop, atau smartphone anda.

Aplikasi trading ini biasanya juga dilengkapi dengan fitur tambahan seperti grafik saham yang bisa digunakan untuk analisa teknikal, dan informasi terkait laporan keungan perusahaan yang bisa digunakan untuk analisa fundamental dasar.

5. Pembelian dan penjualan saham yang kami rekomendasikan adalah secara online, menggunakan aplikasi pada komputer atau smartphone dan dilakukan sendiri. Karena jika dilakukan sendiri, prosesnya lebih cepat.

Namun apabila ada kendala internet, anda bisa menelepon pihak sekuritas dan mereka akan membantu anda untuk bertransaksi saham.


Sistem trading online

Kebanyakan sekuritas / broker di Indonesia sudah memberi fasilitas aplikasi yang dapat anda gunakan untuk bertransaksi saham secara online. Beberapa sekuritas bahkan menyediakan fasilitas transaksi saham via website.

Pada saat anda membuka aplikasi anda untuk pertama kalinya dan melihat transaksi saham disana, mungkin anda akan merasa pusing. Setiap perusahaan yang ditransaksikan di pasar modal memiliki kodenya sendiri. Misalnya bank BRI kodenya adalah BBRI, bank BCA kodenya BBCA, Telkom kodenya TLKM, dsb.

Anda juga akan melihat “Bid” atau “Buy” dan “Ask” atau “Sell” di dekat harga saham perusahaan.

  • Bid adalah antrian investor yang ingin membeli saham.
  • Ask adalah antrian investor yang ingin menjual saham.

Anda bisa membeli saham secara instan dengan membeli di harga “Ask”, sebaliknya anda bisa menjual saham secara instan dengan menjual di harga “Bid”.

 

analisa teknikal, panduan investasi saham untuk pemula, panduan investasi saham, panduan investasi, saham pemula, panduan, investasi, saham, untuk, pemula
(menggunakan aplikasi Neo Hots)

 

Mengacu pada contoh diatas, anda bisa langsung membeli saham di harga Rp 1935,- atau langsung menjual saham di harga Rp 1930,-

Di sebagian besar aplikasi sekuritas juga dilengkapi dengan beberapa fitur yang berguna seperti:

  • Running Trade
    Digunakan untuk melihat transaksi saham apa saja yang sedang terjadi.
  • Watchlist
    Digunakan untuk melihat saham pilihan yang ingin dipantau.
  • Top Stocks / Trending Stocks / Stocks Ranking
    Dapat digunakan untuk melihat saham yang sedang populer berdasarkan frekuensi, volume, kenaikan atau penurunan harga saham.
  • Portfolio
    Digunakan untuk melihat saham yang sedang anda miliki, dan keuntungan atau kerugian dari saham tersebut
  • Chart
    Melihat grafik sebagai alat bantu analisis teknikal

Yang perlu anda ketahui adalah harga yang tercantum di aplikasi anda adalah harga per lembar saham. Sedangkan transaksi pada bursa menggunakan satuan lot. 1 lot saham adalah 100 lembar, jadi anda harus menghitung uang yang akan dikeluarkan untuk membeli saham terlebih dahulu.

Contoh:

  • Harga saham BBRI yang tercantum di aplikasi online trading anda adalah Rp 1000,-, ini adalah harga 1 lembar saham BBRI.
  • Uang yang anda butuhkan untuk membeli saham BBRI sebanyak 1 lot adalah Rp 1000,- X 100 lembar = Rp 100.000,-

 

-Waktu transaksi pada bursa di Indonesia-

Panduan investasi saham untuk pemula mengenai waktu untuk bertransaksi pada bursa di Indonesia adalah sebagai berikut:

  • Hari Senin – Kamis jam 09.00 WIB – 12.00 WIB, lalu lanjut di jam 13.30 WIB – 16.00 WIB.
  • Hari Jumat jam 09.00 WIB – 11.30 WIB, lalu lanjut di jam 14.00 WIB – 16.00 WIB.

 

-Fraksi harga saham-

Pergerakan angka dari harga saham berbeda – beda tergantung dari harga saham perusahaan tersebut. Panduan investasi saham untuk pemula mengenai fraksi harga saham (tick size) pada pasar modal Indonesia adalah sebagai berikut:

  • Harga saham <200 = Rp 1,- per tick.
  • 200 – 500 = Rp 2,- per tick.
  • 500 – 2000 = Rp 5,- per tick.
  • 2000 – 5000 = Rp 10,- per tick.
  • >5000 = Rp 25,- per tick.

Tick adalah satuan dari pergerakan fraksi harga saham, sebagai contoh:

  • Harga saham MYRX adalah Rp 150,-, setiap tick saham ini akan bergerak sebesar Rp 1,- menjadi Rp 151,-, Rp 152,- dst.
  • Harga saham BBCA adalah Rp 10.000,-, setiap tick saham ini akan bergerak sebesar Rp 25,- menjadi Rp 10.025,-, Rp 10.050,- dst.

 

-Auto Rejection-

Harga saham di pasar modal Indonesia berfluktuasi setiap harinya. Terkadang harga saham bisa bergerak dengan sangat liar sehingga harus diberi batas kenaikan atau penurunan per harinya. Batas ini disebut dengan auto rejection.

Batas auto rejection untuk saham di Indonesia digolongkan berdasarkan harga sahamnya. Panduan investasi saham untuk pemula mengenai golongan tersebut antara lain:

  • Harga saham <200 maksimal turun atau naik 35% per hari.
  • 200 – 5000 maksimal turun atau naik 25% per hari
  • >5000 maksimal turun atau naik 20% per hari

Analisis fundamental dasar

Analisis fundamental adalah teknik analisa yang melihat unsur fundamental sebagai patokan pengambilan keputusan pembelian atau penjualan aset. Unsur fundamental yang bisa dilihat ada berbagai macam, misalnya kinerja perusahaan, manajemen perusahaan, persaingan bisnis, analisa sektoral, makro ekonomi, dsb.

Teknik analisa fundamental biasanya digunakan untuk investasi jangka panjang, dan juga bisa dikombinasikan dengan analisa teknikal untuk memaksimalkan keuntungan.

Untuk langkah awal, investor yang baru belajar tentang dunia pasar modal bisa menggunakan data yang mudah didapat sebagai panduan investasi saham untuk pemula. Contoh dari data – data tersebut antara lain:

  • EPS (Earning Per Share)
  • PER (Price to Earning Ratio)
  • PBV (Price to Book Value)
  • ROE (Return On Equity)
  • DER (Debt to Equity Ratio)

EPS adalah laba per saham, pertumbuhan EPS per tahun yang cukup besar dan stabil menandakan perusahaan dalam kondisi baik

PER adalah perbandingan harga saham dengan EPS, misalnya harga saham WSKT adalah Rp 2.000,-, EPS nya adalah 200, maka PER dari WSKT adalah 10x. Nilai dari PER bisa dijadikan sebagai pembanding harga saham di 1 sektor, misalnya WSKT dan WIKA, PER mana yang lebih kecil berarti lebih murah. Tetapi ingat, saham yang lebih murah belum tentu bisa naik lebih banyak.

PBV adalah perbandingan harga saham dengan nilai bukunya (aset perusahaan). PBV juga sering digunakan sebagai pembanding harga saham murah atau mahal. Saham perusahaan dengan PBV < 1 adalah saham perusahaan yang dibilang murah.

ROE adalah rasio laba dibandingkan dengan modal perusahaan. ROE > 20% adalah rasio yang bagus.

DER adalah rasio hutang dibandingkan dengan modal perusahaan. DER < 1 akan membuat perusahaan menjadi lebih stabil.

Ini adalah contoh sederhana penggunaan data kinerja perusahaan sebagai alat bantu analisis fundamental. Data – data ini bisa anda dapatkan dari aplikasi online trading anda. Jika anda ingin belajar analisa fundamental yang lebih dalam silakan baca Value Investing dan Growth Investing.


Analisis teknikal dasar

Analisis teknikal adalah teknik analisa yang menggunakan grafik untuk mengambil keputusan beli atau jual pada aset. Analisa teknikal bisa digunakan untuk analisa saham, emas, forex, dsb.

Bagi penganut aliran analisa teknikal, segala kejadian dan hasil kinerja dari perusahaan sudah tergambar pada harga di grafik. Penganut aliran analisa teknikal bisa membeli saham hanya dengan membaca grafik tanpa melihat fundamental perusahaan.

Tentunya analisa teknikal bisa dikombinasikan dengan analisa fundamental untuk hasil yang lebih maksimal.

Ada banyak sekali jenis indikator dari analisa teknikal seperti MA (Moving Average), MACD (Moving Average Convergence Divergence), RSI (Relative Strength Index), Volume, dsb. Selain indikator juga ada beberapa jenis grafik seperti line chart, bar chart, candlestick chart, dan pola -pola nya yang akan sangat panjang untuk dibahas.

Karena artikel ini ditulis sebagai panduan investasi saham untuk pemula, maka kami akan membahas indikator yang paling sederhana, bisa dipakai di grafik mana saja, dan cukup efektif. Indikator tersebut yang kami maksud adalah MA (Moving Average) dan Volume.

MA bisa dipakai sebagai acuan sederhana dan efektif untuk membeli atau menjual saham. MA akan memberikan indikasi, dan volume yang tinggi memberikan konfirmasi.

Contoh:

 

moving average, moving, average, ma, panduan investasi saham untuk pemula, panduan investasi saham, panduan investasi, saham pemula, panduan, investasi, saham, untuk, pemula
Harga memotong keatas MA 20, didukung dengan volume yang tinggi (menggunakan aplikasi Neo Hots)

 

Ini adalah contoh dari penggunaan MA 20 yang digunakan untuk transaksi saham jangka pendek hingga menengah. MA 20 pada grafik harian (daily chart) menggambarkan harga rata – rata 20 hari kebelakang. Sinyal beli keluar saat grafik candle menembus keatas MA 20 dengan volume yang tinggi di sekitar harga Rp 33.800,- (perhatikan lingkar elips berwarna putih). Harga saham akan bergerak keatas (uptrend) mulai saat ini.

Contoh lain:

 

analisa teknikal, panduan investasi saham untuk pemula, panduan investasi saham, panduan investasi, saham pemula, panduan, investasi, saham, untuk, pemula
Harga memotong kebawah MA 20 dengan volume yang tinggi
(menggunakan aplikasi Neo Hots)

 

Ini adalah contoh sinyal sell yang keluar dari MA 20. Harga saham pada grafik candle memotong kebawah MA 20 dengan volume tinggi disekitar harga Rp 37.500,-. Harga saham akan bergerak kebawah (downtrend) mulai saat ini.

Anda bisa mengubah jangka waktu MA sesuai dengan kebutuhan. Jika anda ingin bertransaksi jangka pendek, bisa menggunakan MA 5, MA 10, MA 20.
Jika anda ingin bertransaksi jangka panjang atau investasi, bisa menggunakan MA 60, MA 100, MA 200, atau MA 250.

Kombinasikan analisa teknikal dengan money management untuk hasil yang lebih maksimal.


Frequently Asked Questions
*Apa itu panduan investasi saham untuk pemula ?*

Panduan investasi saham untuk pemula adalah panduan yang kami (Saham Indonesia) buat untuk membantu para investor khususnya yang baru berkecimpung di dunia pasar modal. Kami membuat panduan ini selengkap dan se-sederhana mungkin agar para investor baru, bisa mengerti dengan lebih cepat.

 

*Broker fee itu harus dibayar setiap bulan atau hanya di setiap transaksi ?*

Broker fee akan anda bayar di setiap transaksi berikut dengan pajak final. Namun beberapa sekuritas memang menyediakan fasilitas lebih, sehingga mereka memiliki kebijakan transaksi minimal per bulan.

Apabila transaksi anda dibawah transaksi minimal yang mereka tentukan, maka anda harus membayar fee lagi sesuai dengan kebijakan sekuritas. Sampai sekarang fee tersebut berkisar antara 30 – 35 ribu rupiah per bulan.

 

*Bagaimana cara melihat jumlah dan pemilik saham perusahaan ?*

Anda bisa melihat ini dari aplikasi online trading dari sekuritas, atau anda bisa mengunduh aplikasi “RTI Business” dari smartphone anda.

 

contoh jumlah saham beredar, jumlah saham beredar, jumlah saham, beredar
(menggunakan aplikasi RTI Business)

 

Gambar tersebut adalah keterangan jumlah saham Gudang Garam, dan pada bagian shareholder composition anda bisa melihat saham Gudang Garam dimiliki oleh:

– PT Surya Duta Investama sebanyak 1.333.146.800 lembar = 69,29%
– PT Suryamitra Kusuma sebanyak 120.442.700 lembar = 6.26%
– Public (<5%) sebanyak 470.498.500 lembar = 24.45% <= pembeli kecil ataupun institusi besar bila kepemilikan saham <5% masuk kategori ini

Jika dijumlah, total dari saham Gudang Garam adalah sekitar 1,92 milyar lembar.
Jadi, 1,92 milyar lembar itu adalah total lembar saham Gudang Garam (sampai sekarang mei 2018)

 

*Apa perbedaan warrant dan rights issue ?*

Perbedaan yang paling terasa pada saat transaksi di bursa antara warrant dan rights issue adalah jangka waktunya. Jangka waktu perdagangan rights issue lebih singkat dibandingkan dengan warrant. Untuk keterangan yang lebih detail anda bisa membaca artikel kami tentang warrant dan rights issue.

 

*Lebih bagus analisis fundamental atau teknikal ?*

Keduanya sama – sama bagus, dan biasanya digunakan untuk kebutuhan yang berbeda. Analisis fundamental biasanya dipakai untuk investasi atau trading jangka panjang, sedangkan teknikal digunakan untuk trading jangka pendek atau menengah.

Tetapi ada juga investor yang menggunakan analisis teknikal untuk trading jangka panjang, atau menggabung kedua teknik analisa tersebut. Tergantung dari selera investornya saja.

 

*Butuh uang minimal berapa untuk mulai membeli saham ?*

Tergantung dari sekuritas yang dipilih, masing – masing sekuritas memiliki kebijakan yang berbeda. Ada sekuritas yang minimal deposit awalnya Rp 10.000.000,-, ada juga yang minimal depositnya Rp 100.000,-.

 

*Sekuritas / broker mana yang paling bagus ?*

Setiap sekuritas memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda. Silakan anda pelajari dahulu sekuritas yang terdaftar di BEI, link bisa anda lihat pada bab “cara membeli saham” poin no 1.

 

*Bagaimana cara tahu saham perusahaan itu murah atau mahal ?*

Karena artikel ini adalah panduan investasi saham untuk pemula, maka kami akan memberikan cara sederhana untuk menentukan harga murah atau mahal. Cara paling sederhana adalah menggunakan PER atau PBV dari saham.

PBV < 1 masuk ke dalam golongan saham yang dinilai murah. Sedangkan PER dapat anda gunakan sebagai pembanding antara saham – saham di 1 sektor yang sama.

Misalnya anda bisa membandingkan PER saham BBRI (Bank BRI) dan PER saham BBCA (Bank BCA), mana yang PER nya lebih kecil, maka saham itu adalah saham yang lebih murah. Nilai PBV dan PER perusahaan bisa anda lihat di aplikasi online trading anda.

Yang harus anda ingat adalah, harga saham yang lebih murah belum tentu bisa naik lebih tinggi dibanding harga saham yang lebih mahal. Tetapi resiko anda akan menjadi lebih terukur bila anda membeli saham yang murah.

 

*Saya tahu waktu untuk membeli saham, tapi kapan saya harus menjual saham ?*

Jika saham yang anda beli sudah naik, anda bisa menggunakan indikator MA (moving average) untuk mengawal dan memproteksi keuntungan anda, begitu harga menembus harga kebawah MA anda dengan volume tinggi, segera jual.

MA yang bisa anda gunakan jika anda melakukan trading jangka pendek adalah MA 5, 10, 20.
Jika anda melakukan trading jangka menengah, gunakan MA 10, 20 50, atau 60.
Jika anda melakukan trading jangka panjang, gunakan MA 60, 100, 150, 200, 250.

Jika saham yang anda beli turun, siapkan batas cut loss untuk memproteksi modal anda. Biasanya para trader menggunakan titik cut loss 3 – 5% dari harga modal.

 

*Saya beli saham yang sudah turun banyak, tapi kok masih turun lagi ?*

Ada pepatah dalam dunia saham yang bunyinya seperti ini “Jangan pernah menangkap pisau yang sedang jatuh”. Artinya jangan coba – coba untuk membeli saham yang sedang mengalami downtrend (harga turun terus menerus).

Lebih baik anda menunggu sampai ada tanda reversal (pembalikan arah) dari indikator MA, atau pola grafik baru anda mulai membeli.

Kecuali anda memang yakin dengan fundamental perusahaan dan ingin berinvestasi jangka panjang pada saham perusahaan tersebut, semakin turun harga, berarti itu adalah kesempatan mendapat barang di harga murah.

 

*Bagaimana Cara Mengetahui Sektor Dari Sebuah Saham ?*

Silakan kunjungi web idx.co.id untuk melihat sektor dari perusahaan pilihan anda.

 

Semoga panduan investasi saham untuk pemula ini bisa bermanfaat bagi anda!