Per Agustus 2018, penjualan Semen Gresik mencapai 20,66 juta ton

Truk pengangkut semen melintas di kawasan Pabrik Semen Gresik, Tuban, Jawa Timur, Kamis (2/8). PT Semen Indonesia Tbk SMGR mencatat penjualan semen pada semester pertama mencapai 13,3 juta ton atau tumbuh tiga persen bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2017 sekitar 12,9 juta ton. ANTARA FOTO/Moch Asim/foc/18.

 

JAKARTA — PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) hingga bulan Agustus 2018 mencatatkan marketing sales semen secara konsolidasi mencapai 20,66 juta ton. Angka tersebut adalah penjualan dari bulan Januari hingga akhir Agustus 2018. Penjualan tersebut tumbuh 4,0% secara tahunan jika dibandingkan periode sama  tahun lalu sebesar 19,88 juta ton.

Khusus untuk marketing sales Thang Long Cement Company Vietnam (TLCC) yang merupakan anak usaha SMGR pun masih menunjukkan pertumbuhan 8,9% yoy menjadi 1,74 juta ton hingga Agustus 2018.

Menariknya, terdapat pertumbuhan signifikan pada marketing sales ekpor. Untuk SMGR tanpa TLCC, marketing sales ekspor tumbuh 42,7% menjadi 1,99 juta ton. Sedangkan, untuk marketing sales ekspor TLCC naik 95,4% menjadi 654.878 ton.

Agung Wiharto, Sekretaris Perusahaan SMGR mengatakan, saat ini untuk industri semen dalam negeri sendiri sedang ada isu berlebih pasokan hingga 40% yang membuat kompetisi dalam negeri menjadi sangat sengit.

“SMGR sendiri membuat beberapa terobosan dan membenahi marketing dan supply chain di kondisi ini dengan mulai fokus untuk masuk ke pasar sekunder yakni ekspor. Ini juga langkah untuk meningkatkan utilisasi pabrik di kondisi sekarang,” ujar Agung kepada Kontan.co.id, Jumat (14/9).

Disisi lain, walaupun margin dari ekspor tidak terlalu besar karena harus dibebani ongkos kirim yang jauh namun pasar sekunder ini sangat membantu di kondisi saat ini. Oleh karena itu pertumbuhan ekspor menjadi cukup tinggi.

“Saat ini utilisasi kami sudah 85%, kami harapkan dapat terus meningkat hingga di atas 90%. Untuk ekspor kami menyasar negara yang memang kurang memiliki sumber daya semen sepert Maladewa, Timor Leste dan Australia,” ujar Agung.

Dengan strategi yang sudah dilakukan untuk masuk di pasar sekunder serta mempertahankan pasar dalam negeri, SMGR menargetkan  volume penjualan hingga akhir tahun dapat tumbuh  5% hingga 6%. Saat ini SMGR masih memimpin pangsa pasar dalam negeri dengan penguasaan pasar 33,4%.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto merekomendasikan buy saham SMGR. “Secara teknikal, harga belum jauh dari support bulanannya, target potensial di Rp 10.000 per saham untuk 1 bulan-2 bulan,” ujar William. Asal tahu saja, saat ini harga saham SMGR ada di level Rp 9.000 per saham.

 

Sumber:

https://investasi.kontan.co.id/news/per-agustus-2018-penjualan-semen-gresik-mencapai-2066-juta-ton

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.