Saham Transcoal (TCPI) masih melejit, begini rekomendasi analis

Direktur PT Transcoal Pacific Tbk Dicr Richard Talumewo (tengah) bersama komisaris dan Direksi mengamati prototipe kapal pengangkur batu bara saat IPO di Jakarta, Rabu (30/5). PT Transcoal Pacifik Tbk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) sebanyak Rp 1.500 milliar dengan harga saham Rp110.000 _ Rp 150.000 persaham. Dana hasil IPO akan digunakan untuk kegiatan operasional ./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/30/05/2018.

 

JAKARTA — PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) pada Selasa, (19/8) telah menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) terkait rencana akuisisi PT Kanz Gemilang Utama (KGU).

Manajemen berharap, akuisisi ini akan memperkuat fundamental perusahaan  memperkuat dalam jasa pelayaran logistik dan batu bara dan meningkatkan pelayanan pada pengguna jasa.

Selain itu, Direktur Utama TCPI, Dirc Ricard Talumewo mengatakan akuisisi ini sebagai mempersiapkan berlakunya Peraturan Menteri Perdagangan 82/2017 yang mewajibkan ekspor batubara menggunakan vessel yang dioperasikan oleh perusahaan shipping nasional.

“Tidak ada perubahan fokus bisnis atau menambah bisnis baru, karena yang diakuisisi adalah perusahaan pelayaran, sehingga fokus bisnis masih sama yaitu jasa pelayaran yang masih sebagian besar pasar domestik,” kata Dirc.

William Hartanto, Analis Panin Sekuritas menilai, rencana akuisisi ini bagus untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

“Namun hasilnya tidak terlihat dalam waktu dekat, jadi untuk jangka panjang prospek sahamnya oke,” kata William, Rabu (19/9).

Tetapi, William bilang saham TCPI secara teknikal masih dalam posisi koreksi, namun ada akumulasi hari ini yang membuat harganya menguat.

“Fudamental mahal dari rasio PER dan PBV dimana 104x dan 30,2x, karena harga sahamnya sudah melejit. Sebelum melewati resistance Rp 4.000, saya kira masih terlalu cepat mengatakan saham ini sudah uptrend kembali,” kata William.

Sebelumnya kepada KONTAN Ricard bilang, setelah melakukan akuisisi volume pekerjaan TCPI untuk pengangkutan batubara menjadi 42 juta metrik ton per tahun yang terdiri dari pekerjaan transshipment sebesar 24 juta metrik ton per tahun.

Guna mendukung kontrak itu, TCPI mengoperasikan 22 set tug and barges dan 3 floating crane untuk kegiatan transshipment. Lalu 125 set tug and barges, 11 mother vessel untuk kegiatan long hauling batubara, serta 2 mother vessel untuk kegiatan pengangkutan bijih nikel di Sulawesi.

William merekomendasikan speculative buy untuk saham TCPI dengan target harga Rp 4.000 – Rp 4.500 per saham.

Harga Transcoal masih terus melejit. Hari ini, Rabu (19/9), saham TCPI menguat 15,23% menjadi Rp 3.480 per saham.

 

Sumber:

https://investasi.kontan.co.id/news/saham-transcoal-tcpi-masih-melejit-begini-rekomendasi-analis

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.