Sebelum RUPSLB Oktober, OJK masih akui direksi lama Tiga Pilar (AISA)

Presdir PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk Stefanus Joko Mogoginta (kedua kiri) bersama Direktur Budhi Istanto Suwito (kiri), Chief Finance Officer Sjambiri Lioe (ketiga kiri), Independent Director Jo Tjong Seng (kedua kanan) dan Direktur Hendra Adisubrata (kanan) memberikan keterangan pers terkait PT Induk Beras Unggul (IBU) yang dalah kasus dugaan Beras Oplosan di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (25/7). Dalam keterangannya, PT Tiga Pilar Sejahtera Food TBK sebagai induk dari PT IBU menjelaskan bahwa pihaknya tidak melakukan kesalahan dalam kasus dugaan kecurangan penjualan beras seperti yang disangkakan Kementerian Pertanian dan kepolisian. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/aww/17.

 

JAKARTA — PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) bakal gelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 22 Oktober 2018 dan akan dipimpin oleh Dewan Komisaris AISA. Namun, dalam surat tanggapan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada AISA disebutkan bahwa sesuai ketentuan RUPSLB seharusnya ikut melibatkan Direksi AISA.

Berdasarkan dokumen yang diperoleh Kontan, diketahui bahwa dalam surat yang dikirimkan OJK kepada AISA menyebutkan bahwa susunan Direksi AISA yang berwenang mewakili PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk baik di dalam ataupun di luar pengadilan, adalah susunan direksi terakhir yang tercatat dan terdaftar dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum, Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum, Kementerian Hak Asasi Manusia (Sismimbakum Kumham), Berita Acara dan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPST).

Ketika dikonfirmasi terkait surat tersebut, Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK Fakhri Hilmi mengatakan bahwa pihaknya belum bisa memberikan keterangan. Padahal, berdasarkan dokumen yang dimiliki Kontan, surat tersebut jelas ditandatangani oleh Fakhri.

“Karena masih dalam proses pemeriksaan, saya tidak dapat memberikan info,” ungkap Fakhri kepada Kontan, Kamis (20/9).

Adapun perwakilan OJK lainnya, yakni Kepala Departemen Pengawas Pasar Modal IIB OJK, Djustini Septiana menjelaskan sudah ada pelimpahan dari pengawasan untuk melakukan pemeriksaan terkait status RUPST AISA.

“Tapi sekarang masih tahap evaluasi dokumen dokumen yang dilimpahkan, termasuk koresponden yang dilakukan tim pengawasan di bawah Pak Fakhri,” jelas Djustini saat dihubungi Kontan.

Nantinya, Djustini menjelaskan ketika pemeriksaan selesai, otoritas akan melihat apakah ada potensi pelanggaran dalam pelaksanaan RUPS, seberapa besar dan apakah akan dikenakan sanksi.

“Tapi untuk proses tersebut, saat ini saya belum dapat laporan progresnya dari tim yang bertugas,” tandasnya.

 

Sumber:

https://investasi.kontan.co.id/news/sebelum-rupslb-oktober-ojk-masih-akui-direksi-lama-tiga-pilar-aisa

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.