Sentimen Negatif Masih Hantui Emiten Batu Bara

 

Jakarta — Harga saham pertambangan batu bara pada perdagangan sesi I masih terimbas sentimen negatif potensi pelemahan permintaan dari China. Setidaknya tiga saham perusahaan batu bara mengalami koreksi saat penutupan perdagangan sesi I. 

Harga saham PT Bukit Asam Tbk (PBTA) turun 1,05% ke level harga Rp 3.770/saham. Volume perdagangan mencapai 14,46 juta saham senilai Rp 54,81 miliar. PTBA merupakan salah satu perusahaan tambang batu bara yang banyak memenuhi permintaan domestik. 

Lalu saham PT Indika Energy Tbk (ENRG) naik 1,04% ke level Rp 2.850/saham. Volume perdagangan tercatat mencapai 3,14 juta saham senilai Rp 9,03 miliar. 

Terakhir saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang tercatat turun 0,94% ke level Rp 210/saham. Selain itu, volume perdagangan saham mencapai 77,81 juta saham senilai Rp 16,5 miliar. 

 Harga batu bara masih belum mampu bangkit di bulan September ini. Harga si batu hitam tercatat tidak mengalami  perubahan di level US$114,80/metrik ton (MT) pada penutupan perdagangan hari Kamis (6/9/2018). 

Sepanjang bulan September ini, harga batu bara nyaris anjlok 3%. Harga komoditas energi utama dunia ini kini sudah menyentuh titik terendahnya dalam hampir 2,5 bulan terakhir, atau sejak 29 Juli 2018.

Sumber:

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.