Simak rekomendasi analis untuk saham Astra Agro Lestari (AALI)

Pekerja mengepel lantai di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (19/9). Perdagangan IHSG ditutup pada zona hijau atau menguat 61,81 poin atau 1,06 ke level 5.873,60 meski beberapa waktu lalu tertekan di zona merah sebagai imbas dari neraca perdagangan yang defisit sebesar 1,02 miliar Dolar AS pada Agustus 2018. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/ama/18.

 

JAKARTA — PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mengaku tidak memiliki strategi khusus untuk menghadapi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Perusahaan berkode saham AALI ini hanya mewaspadai sentimen tersebut, dengan cara melakukan peningkatan produktivitas.

Valdy Kurniawan, analis Phintacro Sekuritas menyatakan, langkah yang dilakukan oleh AALI dengan hanya mewaspadai pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar adalah hal yang wajar. Hal tersebut lantaranrasio utang terhadap modal atau der AALI relatif rendah, yakni di bawah 0,5 kali.

AALI memiliki ekposur dolar sebesar US$ 477 atau sebesar 76% dari total utang, namun Valdy Kurniawan menganggap meskipun utang mayoritas dalam dollar AS, tapi secara keseluruhan utang AALI lebih kecil dari modalnya. “Keputusan AALI untuk fokus pada peningkatan produktivitas sangat tepat, apalagi ada perkembangan B20,” ujar Valdy, selasa (25/9).

Menurutnya, tantangan terbesar yang akan dihadapi Astra Agro ke depan adalah seringnya terjadi cuaca ekstrim di Indonesia yang sangat berpengaruh untuk produksi CPO AALI, selain itu tantangan yang akan dihadapi AALI adalah potensi perubahan kebijakan ekspor CPO Malaysia yang merupakan produsen CPO terbesar di dunia selain Indonesia. 

Perkembangan kebijakan Uni Eropa mengenai larangan impor CPO dari Indonesia juga akan menjadi tantangan yang akan dihadapi oleh Astra Agro Lestari.

Valdy mengatakan sebaiknya wait and see terlebih dahulu saham AALI hingga rilis laporan keuangan di kuartal III-2018, pasalnya beban pokok AALI pada semester I-2018 naik 13,66% sehingga menyebabkan laba bersih menurun hingga 23,33%. 

Namun Valdy melihat ke depan akan ada potensi perbaikkan kinerja seiring adanya penundaan larangan atau pembatasan impor CPO dari Indonesia oleh Uni Eropa.

Untuk jangka pendek, Valdy mengingatkan investor untuk mewaspadai supportRp 11,300, break low support jadi sinyal berlanjutnya bearish reversal dengan level psikologis Rp 11.000. Trading buy jika AALI bertahan di atas Rp 11.500-Rp 13.000, pivot di Rp 12.000

 

Sumber:

https://investasi.kontan.co.id/news/simak-rekomendasi-analis-untuk-saham-astra-agro-lestari-aali

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.