Timah Tak Stabil, Laba TINS Naik 12,93% Jadi Rp 170,14 M

 

PT Timah Tbk (TINS) baru saja merilis kinerja keuangan semester I-2018. Hasilnya, berdasarkan laporan keuangan yang di sampaikan ke Bursa Efek Indonesia, perusahaan milik pemerintah ini mengantongi kenaikan laba bersih sebesar 12,93% menjadi Rp 170,14 miliar dari Rp 150,65 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendorong kenaikan laba bersih tersebut adalah kenaikan pendapatan perusahaan sebesar 1,76% menjadi Rp 4,37 triliun dari Rp 4,30 triliun pada akhir Juni 2017 lalu.

Selain itu, perusahaan juga mendapatkan keuntungan dari selisih kurs sebesar Rp 5,30 miliar dibandingkan dengan rugi sebesar Rp 2,18 miliar di tahun sebelumnya.

Dengan demikian, perusahaan mengalami kenaikan laba bersih per saham (earning per share/EPS) dari Rp 21 per saham pada akhir Juni 2017 menjadi Rp 23 per saham di akhir Juni 2018.

Di periode ini perusahaan juga mengalami kenaikan aset perusahaan menjadi Rp 12,46 triliun dari sebelumnya Rp 11,87 triliun di akhir Desember 2017. Terdiri dari aset lancar sebesar Rp 7,22 triliun dan aset tak lancar senilai Rp 5,23 triliun.

Perusahaan juga mengalami kenaikan liabilitas jangka pendek secara year to date menjadi Rp 3,97 triliun dari Rp 3,40 triliun. Sementara liabilitas jangka panjang justru turun menjadi Rp 2,36 triliun dari Rp 2,41 triliun di periode yang sama.

Adapun ekuitas perusahaan juga sedikit naik menjadi Rp 6,12 triliiun, naik dari Rp 6,06 triliun.

Harga jual timah di pasar dunia selama semester I rata-rata US$ 20.911/ton.
Sumber:

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.