Wijaya Karya mengakuisisi perusahaan pembangkit listrik

Pekerja mengerjakan proyek pembangunan tol Bogor Outer Ring Road (BORR) seksi 2B di jalan KH. Sholeh Iskandar, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/7). Progres pengerjaan proyek pembangunan tol BORR seksi 2B (Kedung Halang-Simpang Yasmin) sepanjang 2,65 km sudah mencapai 30 persen dengan sudah terpasangnya box grider dua lajur sepanjang 200 meter dan rampung pada akhir Februari 2018 sehingga mampu mengatasi kemacetan di ruas jalan tersebut. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/pd/17

 

Jakarta — PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) saat ini bukan hanya sebagai kontraktor. Emiten pelat merah itu juga telah menjelma sebagai perusahaan investasi, salah satunya di sektor ketenagalistrikan.

WIKA bakal mengakuisisi PT Ingako Energy, perusahaan yang telah mendapatkan izin prinsip dan izin lokasi untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan-4 di Aceh.

Tapi, WIKA tidak sendiri. Perusahaan asal Korea, Hyundai Engineering & Construction Co., LTD (HDCE) dan Korea South-East Power Corporation (KOEN) serta IGIS Asset Management bakal terlibat dalam akuisisi tersebut.

WIKA bakal mengakuisisi maksimal 25% saham Ingako. HDCE dan KOEN masing-masing bakal mengakuisisi 30% dan 25%. Sisanya sebesar 20% bakal dikuasai oleh IGIS.

Manajemen belum mengungkapkan berapa nilai akuisisi tersebut. Yang terang, WIKA bukan hanya bertindak sebagai investor dalam PLTA berkapasitas 120 megawatt (MW) tersebut. WIKA juga akan menjadi kontraktor PLTA-4 bersama, dengan nilai kontrak US$ 361 juta atau setara sekitar lebih dari Rp 5 triliun.

Lingkup pengerjaannya berupa pengerjaan engineering, procurement and construction (EPC). Adapun tenggat waktu pengerjaannya selama 60 bulan. “Akumulasi hingga Agustus, kami sudah mengumpulkan kontrak baru Rp 25,5 triliun,” ujar Direktur Utama WIKA Tumiyana kepada Kontan.co.id, Selasa (11/9).

Di kesempatan berbeda, Direktur WIKA Novel Arsyad mengatakan bahwa akuisisi Ingako merupakan kelanjutan atas penandatanganan kontrak kerja sama pembangunan PLTA Peusangan-4. Keputusan untuk mengakuisisi. Ingako telah melalui feasibility study yang dilakukan WIKA. Masuknya WIKA sebagai investor dalam pengembangan PLTA Peusangan-4 merupakan salah satu strategi WIKA yang tertuang dalam roadmap perusahaan 2018–2023.

“Kami yakin Ingako akan mampu memenuhi semua persyaratan yang diminta oleh PLN yang akan menyerap tenaga listrik yang dihasilkan oleh PLTA-4 Peusangan. Dengan demikian penandatanganan kerjasama ini akan memberikan manfaat bagi WIKA dan investor lainnya,” jelas Novel.

Beroperasinya PLTA Peusangan nanti diharapkan dapat menjadi solusi terhadap keterbatasan sumber tenaga listrik dan meningkatkan stabilitas beban puncak listrik pada sistem kelistrikan Aceh-Sumatra Utara.

Investasi pada PLTA-4 Peusangan akan menambah portofolio WIKA di bidang investasi pada sektor ketenagalistrikan. Saat ini, investasi WIKA pada sektor ketenagalistrikan telah diisi oleh PLTD Bali 50 MW, PLTG Borang 60 MW, PLTMG Rengat 20 MW, dan PLTMG Rawa Minyak 25 MW.

 

Sumber:

https://investasi.kontan.co.id/news/wijaya-karya-mengakuisisi-perusahaan-pembangkit-listrik

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.