Wijaya Karya (WIKA) jajaki pinjaman untuk akuisisi Ingako Energy

Pekerja mengerjakan proyek pembangunan tol Bogor Outer Ring Road (BORR) seksi 2B di jalan KH. Sholeh Iskandar, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/7). Progres pengerjaan proyek pembangunan tol BORR seksi 2B (Kedung Halang-Simpang Yasmin) sepanjang 2,65 km sudah mencapai 30 persen dengan sudah terpasangnya box grider dua lajur sepanjang 200 meter dan rampung pada akhir Februari 2018 sehingga mampu mengatasi kemacetan di ruas jalan tersebut. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/pd/17

 

JAKARTA — PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) tengah bersiap merealisasikan rencana ekspansi anorganik. Emiten pelat merah itu tengah mencari pinjaman untuk mengakuisisi PT Ingako Energy, perusahaan yang telah mendapatkan izin prinsip dan lokasi untuk pengembangan PLTA Peusangan-4 di Aceh.

Sumber Kontan.co.id yang mengetahui transaksi ini menyebutkan, WIKA tengah menjajaki sejumlah bank untuk pencarian pinjaman. Pilihannya, pendanaan pinjaman dari bank lokal atau Korea.

“Itu yang sedang dikonfirmasi karena ada kepentingan Korea juga di proyek itu,” jelas sumber tersebut kepada Kontan.co.id, belum lama ini.

Seperti diketahui, akuisisi Ingako merupakan kelanjutan atas kerjasama investasi pengembangan proyek yang juga menggandeng sejumlah perusahaan asal Korea, yakni Hyundai Engineering & Construction Co., LTD (HDCE) dan Korea South-East Power Corporation (KOEN). Perjanjiannya sendiri diteken pada 10 September 2018.

Kedua perusahaan itu juga bakal terlibat dalam akuisisi Ingako. Porsi saham WIKA setelah akuisisi tersebut maksimal 25%. Sedang 30% saham akan dimiliki oleh HDCE, 25% dimiliki oleh KOEN dan 20% sisanya menjadi milik IGIS Asset Management.

Sayang, nilai kebutuhan pinjaman akuisisi itu belum terungkap. “Ini semua masih proses finalisasi,” imbuh sumber yang enggan disebutkan identitasnya itu.

Yang terang, akuisisi itu bukan tanpa alasan. Kepemilikan saham Ingako bakal membuat WIKA lebih leluasa kedepan mengingat WIKA juga menjadi kontraktor dalam proyek senilai US$ 361 juta atau setara sekitar Rp 5 triliun itu.

Masuknya WIKA sebagai investor dalam pengembangan PLTA Peusangan-4 merupakan salah satu strategi WIKA yang tertuang dalam roadmap perusahaan 2018–2023.

Investasi pada PLTA-4 Peusangan akan menambah portofolio WIKA di bidang investasi pada sektor ketenagalistrikan. Saat ini, investasi WIKA pada sektor ketenagalistrikan telah diisi oleh PLTD Bali 50 MW, PLTG Borang 60 MW, PLTMG Rengat 20 MW, dan PLTMG Rawa Minyak 25 MW.

Beroperasinya PLTA Peusangan nanti diharapkan dapat menjadi solusi terhadap keterbatasan sumber tenaga listrik dan meningkatkan stabilitas beban puncak listrik pada sistem kelistrikan Aceh-Sumatra Utara.

 

Sumber:

https://investasi.kontan.co.id/news/wijaya-karya-wika-jajaki-pinjaman-untuk-akuisisi-ingako-energy

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.